Selasa, 05 Juni 2012

EDELWEIS

Mentari begitu menyingsing, suasana memang sangat panas dan menggerahkan. Namun seorang gadis berseragam putih abu-abu masih terus bersemangat ikut bergabung untuk desak-deskan di tengah kerumunan siswa-siswi lainnya. Ia melakukan itu hanya karena ingin tahu isi poster di mading,  yang barus saja di tempel oleh Vanila, seorang bandahara osis. Pantas saja begitu banyak siswa yang berminat membaca poster yang baru saja di temple di dinding mading itu, ternyata isinya adalah tentang acara jelajah alam  “MENDAKI GUNUNG”. MARGARETH ANGELINA, gadis yang rela desak-desakan tadi sangat bahagia membaca isi poster itu, meski  Angel mengalami trauma mendalam akan acara seperti itu, namun ia memiliki sebuah impian besar dengan acara itu. Dengan bersemangat Angel langsung menghampiri teman-temannya di kantin sekolah.
 “ Guys guys !!!” sapanya dengan semangat empat lima. Seluruh teman-teman Angel pun kaget.
“ Loe kenapa, dek ?” tanya Rafael, kakak kandung Angel yang juga sedang berada disana.
“ Ada berita bagus nih, sekolah kita ngadain acara jelajah alam, mendaki gunung ! kerenkan” ucapnya sangat antusias.
 “ Sayang, kamu ikutan yah ! please “ sambung Angel lalu menggandeng Morgan. Morgan adalah pacar yang sangat di cintai Angel, mereka telah berpacaran sejak menduduki bangku kelas 2 SMP hingga saat ini, bahkan setelah lulus SMA mereka berencana akan bertunangan.
“ Aku ?” tanya Morgan sedikit bingung.
“ Iyah, kamu ikut yah. Kamu kan tahu aku ingin banget punya bunga edelweis, tapi aku nggak mungkin bisa ikut acara itu. Kan aku trauma banget sama acara yang begituan” Jelas Angel manja. Yah, Angel memang sangat menginginkan bunga edelweis, bunga yang sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian. Edelweis melambangkan pengorbanan karena bunga ini hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. Ditambah lagi dengan adanya larangan membawa pulang bunga ini, pemetik harus main petak umpet dengan petugas Jagawana. Yang paling menarik, meskipun dipetik bunga ini tidak akan berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan. Karenanya, menurut orang-orang edelweis adalah bunga keabadian. Bunga yang membuat cinta akan tetap abadi.
“ Hmm… guys kalian semua gimana ?” tanya Morgan pada seluruh teman-temannya.
“ Ikut dong ! acara se-asyik itu nggak mungkin dilewati. Haha” sahut Dicky nyengir.
“ Kalo gue sama Rafa sih pasti nggak bisa, karena kita kan udah kelas 3. Jadi nggak mungkin diizinin ikut acara begituan” Ucap Bisma sedikit kecewa.
Dengan banyak celoteh dan perbincangan, akhirnya Morgan mau mengikuti acara pendakian gunung itu demi Angel, gadis yang sangat ia cintai. Temen-temen Morgan yang lainnya pun ikut bersama pasangan mereka, seperti Rangga yang membawa kekasihnya Auryn dan Dicky yang membawa kekasih terimutnya Felly.
***
Mentari hari ini tak seterik kemarin, sepertinya sang dewa matahari tahu kalau hari ini Morgan dan teman-temannya hendak pergi mengikuti acara mendaki gunung, hingga ia memberikan mentari yang bersahabat.
“ Sayang kamu hati-hati yah ntar ngambil bunga edelweisnya. Kalo nggak dapet juga nggak papa kok” ucap Angel yang terlihat cemas ketika Morgan hendak masuk kedalam bis sekolah yang akan membawa mereka dalam acara itu.
“ Iyah sayang, kamu tenang aja. Aku janji akan bawa bunga keabadian itu untuk kamu. Tapi kamu harus janji juga, kalau kamu akan jaga diri kamu baik-baik disini yah” pesan Morgan sambil membelai rambut Angel dengan kasih dan cintanya.
Mereka berduapun berpelukan, setelah itu Morgan segera masuk kedalam bis. Angel terus memperhatikan bis yang membawa Morgan itu hingga hilang dari pandangannya. Beberapa lama setelah bis itu menghilang, Angel merasa cukup pusing, kepalanya terasa berdenyut, ia pun langsung masuk kedalam mobilnya. Saat didalam mobil, tiba-tiba saja cairan merah keluar secara perlahan dari lobang hidungnya.
“ Ya Allah, cairan apa ini ? apa aku mimisan lagi ?” tanya bathinnya. “ Hmm, sepertinya belakangan ini aku terlalu sering mimisan, ada apa dengan ku Tuhan ?” tanyanya bingung sembari melihat cairan merah yang kini tengah meresap pada tisu yang ia usapkan kehidungnya. Ia pun mulai menyetir mobilnya untuk kembali kerumah dengan pelan.
***
Setibanya di rumah, Angel berlalu begitu saja dan segera masuk kedalam kamarnya. Rafael yang merasa aneh dengan sikap adik semata wayangnya itu hanya bisa geleng-geleng kepala karena bingung. Rafael hanya berfikir, mungkin adiknya begitu karena baru saja ditinggal pergi kekasihnya.
***
Sementara itu, Morgan dan seluruh teman-temannya sangat bahagia karena telah sampai di kaki gunung yang akan mereka daki. Hmm.. sepertinya salah, yang bahagia ternyata hanya teman-teman Morgan, sementar Morgan hanya terdiam menggalau sepanjang perjalanan hingga saat ini.
“ Wiih Bro, loe kok galau amat kayanya ?? kangen pacar yah ?? hahaha” ledek Dicky sambil merangkul Felly.
“ Hahaha, belum nyampai satu hari aja udah galau gitu. Apa lagi 2 minggu yah ?? hihi” Felly kekasih Dicky pun tak mau kalah dalam hal meledek Morgan. Yah, Felly dan Dicky memang pasangan yang sangat cocok, selain wajah mereka yang sama-sama imut, sikap kanak-kanak mereka juga sangat sama.
“ Santai aja Gan, ingat semua demi Angel juga kan ? so jalani dengan happy” nasihat Ilham tampak dewasa dan cool sekali.
“ iyah. Gue aja yang nggak punya pacar nggak galau tuh” Reza ikut-ikutan. Yah, Reza itu memang suka nyambung-nyambung kalau Ilham sudah angkat bicara.
“ Semangat !!” seru Rangga dan Auryn tiba-tiba saja menghampiri mereka.
“ Iya-iya gue semangat. Thanks all” Morgan pun tersenyum dan melanjutkan pendakian dengan semangat, agar semangat Morgan lebih berapi, Morgan juga selalu mengingat senyuman Angel ketika ia sedang letih mendaki.
***
Angel yang merasa kondisinya mulai melemah, dan terlalu sering mimisan. Akhirnya tanpa sepengetahuan kakaknya, pergi menuju RS. MEDIKA  JAYA. Disana Angel ditangani oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam, yaitu dr.Hendra.
“ Dok, gimana hasil Lab pemeriksaan kesehatan saya ?” tanya Angel seusai menjalani pemeriksaan di labor kesehatan.
“ Ini hasilnya, bisa dibaca sendiri” dr.Hendra memberikan amplop cokelat kepada Angel. Angel pun segera membuka amplop itu dan mengambil kertas yang tidak lain adalah hasil kesehatannya. Dibagian bawah kertas itu tertulis sangat jelas kalau MARGARETH ANGELINA positive terkena kanker darah stadium akhir. Angel sangat terkejut dan tidak menyangka membaca hasil Lab itu.
“ Dok, hasil Lab ini salah kan ? kok disini saya dinyatakan terkena kanker darah ? dokter bercanda ya sama saya ?” tanya Angel mengihindar dari sebuah kenyataan pahit tentang dirinya.
“ Tidak, saya sama sekali tidak bercanda. Memang itulah hasilnya” jelas dr.Hendra.
Akhirnya Angel hanya bisa terdiam, dengan ucapan terimakasih dan senyum seadanya Angel meninggalkan ruangan dr.Hendra. Ia berjalan dengan suasana hati yang benar-benar kacau dan berantakan.
***
“ Ya Allah… mengapa kau beri aku penyakit yang mengerikan ini ? Apa kau benar-benar ingin mengambil nyawaku lebih cepat ?” tanya Angel didalam kamarnya sendirian sambil menatap langit-langit kamarnya. Ia pun membalikkan badannya, mengarah pada photo kenangannya saat photobox bersama Morgan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Tangannya perlahan menggapai photo itu.
“ Handi Morgan Winata… apa kabar ? aku sangat merindukanmu, aku takut aku tak bisa bersua dengan mu lagi… sayang, cepat pulang. Aku kangen kamu” Angel lalu mencium gambar Morgan yang ada di photo itu. “ Tapi, jika aku telah bertemu Morgan. Apa Morgan akan menerima penyakit ku ?” tanyanya lagi dalam hati. “ Ahh, sebaiknya aku harus melakukan sesuatu” ucapnya langsung mengotak atik handphone yang berada di atas ranjangnya, yang tak jauh dari jangkaunnya.
***
Sungguh mentari pagi ini seperti bersembunyi dibalik awan. Yah, suasana pagi ini sangat mendung. Hari ini adalah hari yang sangat Angel tunggu-tunggu, karena hari ini adalah hari pulangnya Morgan.
“ Ciiee, ceria banget pagi ini ? kemarin-kemarin manyun mulu. Hahaha” goda Rafael pada adiknya yang tengah melahap roti.
“ Ahh kak Rafa. Eh ya kak, Morgan katanya mau langsung ke rumah kan ?”
“ Iya-iya. Hmm.. kakak berangkat dulu yah” pamit Rafael, yang pagi itu sudah sangat rapi dan harum. Bagaimana tidak, pagi itu Rafael ada janji dengan gebetan barunya dari anak SMA tetangga, namanya Linzy.
***
“ Akhirnya kita pulang juga… asyiik !!!” celoteh Morgan sangat bahagia sambil memegang erat bunga keabadian yang telah berhasil ia dapatkan dengan bantuan teman-temannya.
“ Ciiiee, yang mau ketemu pacar. Happy banget deh” ledek Rangga dibarengi gelak tawa teman-teman yang lain.
***
Saat sampai kembali di kota Jakarta, Morgan langsung menuju tempat kediaman Angel. Dengan sangat terburu-buru Morgan langsung membuka pintu rumah Angel yang tenyata tak terkunci. Namun, suasana hati Morgan yang begitu menggebu-gebu langsung pudar, hatinya mendung seperti hari itu ketika melihat Angel sedang asyik bermesraan dengan seorang lelaki yang tak lain adalah temannya sendiri yaitu Bisma.
“ Angel ….. !” nada kekecewaan keluar dari mulut Morgan, bunga edelweis yang sedari tadi dienggamnya dengan erat, perlahan terlepas. Tak kuasa menyaksikan hal yang sangat tak ia duga itu, Morganpun segera berlari pergi meninggalkan kediaman Angel.
“ Angel, apa perbuatan kamu ini tidak terkesan terlalu jahat pada Morgan ?” tanya Bisma setelah Morgan pergi.
“ Biarlah kak, ini demi kebaikan Morgan juga. Kakak kan tahu kalau hidup Angel sudah nggak lama lagi. Hmm… kak, kakak janji yah nggak bilang tentang ini semua kepada kak Rafa, Morgan dan teman-teman yang lain” pinta Angel dengan serius.
“ Hmm…” jawab Bisma dengan berdehem, lalu memunculkan senyumnya yang khas dengan dihiasi kumis tipis di atas bibirnya, membuatnya tampak tampan sekali.
  Ambil tuh bunga edelweisnya” suruh Bisma sambil melirik bunga edelweis yang telah jatuh di lantai karena terlepas dari genggaman tangan Morgan tadi.
“ Iyah, thanks banget ya kak buat semuanya”
***
Sepulang dari rumah Angel, jujur saja Bisma tak tahan merahasiakan ini semua. Bisma merasa dia harus memberitahukan semua ini kepada teman-temannya Angel, terutama kepada Rafael dan Morgan. Dengan sangat terpaksa, Bisma mengirimkan send all kepada seluruh teman-temannya yang berisi “All gue tunggu loe semua di Bober café sekarang. PENTING !”. Morgan yang juga mendapatkan sms itu merasa bingung, disatu sisi ia sangat kecewa dengan sikap Bisma, karena Morgan telah berfikir kalau Bisma telah mengambil kekasihnya. Namun disisi lain, Morgan juga penasaran dengan maksud isi sms Bisma tersebut. Akhirnya dengan berat hati, Morgan juga ikut menemui Bisma di Bober café.
Saat semuanya telah berkumpul di Bober Café, dengan sinis Morgan langsung menanyakan maksud Bisma mengajak mereka semua bertemu disini.
“ Guys, hmmm… gue ngumpulin kalian semua kesini, karena gue pengen ngomongin sesuatu yang sangat penting tentang Angel” ucap Bisma mengawali pembicaraan.
“ Angel ? emang adik gue kenapa ?” tanya Rafael heran.
“ Angel, Angel divonis terkena kanker darah stadium akhir. Beberapa minggu ini ia telah menjalani terapi. Namun sepertinya itu semua nihil, karena penyakit Angel terus menggerogoti system syarafnya. Dan karena itu juga Angel minta bantuan gue buat bikin Morgan membencinya” jelas Bisma panjang lebar.
“ Maksud loe ?” tanya Morgan heran.
“ Gan, Angel itu sayang banget sama loe. Dia nggak mau loe kecewa dengan penyakitnya, karena itu dia ingin buat loe jauh dari dia” jelas Bisma.
“ Apa ?? kalau gitu, kita kerumah Angel sekarang !” tegas Morgan langsung beranjak pergi begitu saja.
***
“ Makasih yah sayang buat bunga edelweisnya. Bunga ini memang bunga keabadian, aku ingin cinta kita akan selalau abadi, meski ku takkan mungkin menamanimu slalu” Ucap Angel sambil menteskan bening-bening air matanya, dan memeluk bunga edelweis itu erat, lalu menciumnya.
“ Cinta aku akan tetap abadi buat kamu, seperti bunga itu” kata Morgan yang tiba-tiba saja sudah berada di ambang pintu kamar Angel.
“ Morgan ??” Angel langsung kaget.
“ Sayang, I do love you and I need you” Morgan langsung memeluk kekasih yang paling dia sayang itu dengan pelukan hangat dan sangat erat.
  Tapi Gan…”
“ Sssttt… Penyakit kamu pasti akan sembuh” Morgan melepaskan pelukannya dan meletakkan jari telunjuknya dengan lembut ke bibir Angel lalu menatap Angel lekat.
“ Maafin aku yah Ngel, udah bocorin ini semua” Bisma tiba-tiba saja muncul membawa seluruh teman-teman Angel masuk kedalam kamar Angel.
“ So sweet” gumam Auryn pelan.
“ Dek, kenapa kamu nggak pernah bilang tentang penyakit kamu ??” tanya Rafel angkat bicara.
“ Maaf kak, aku Cuma nggak mau bikin kakak dan yang lain khawatir”
“ Kita ini sahabat kamu, jadi kita bakalan ada disaat kamu susah mau pun senang” tutur Felly.
“ Thanks yah guys”
“ Nah, untuk ngerayain hari yang mengharukan ini, gimana kalau kita makan yuppi bareng aja ??” ajak Dicky sambil cengengesan.
“ Aduh bebh, otak kamu kok isinya yuppi mulu sih ??” tanya Felly jealous.
“ hehehe, di otak aku emang adanya cuma yuppi, tapi kalau dihati aku yang ada cuma kamu kok bebh” gombal Dicky sambil merangkul Felly.
“ Mulai deh jurus gombalnya” keluh Ilham.
“ Gimana kita balik ke café aja ?? makan-makan gitu ??” ajak Reza.
“ Ide bagus tuh, aku juga kangen nih makan bareng kalian. Kan kita udah lama nggak makan bareng” celoteh Angel manampakkanketegarannya.
“ Tapi apa kondisi kamu nggak bakalan drop ?” tanya Morgan menatap wajah Angel penuh kekhawatiran.
“ nggak kok sayangku” ucap Angel meyakinkan Morgan.
***
Saat sedang asyik menyantap makanan yang dihidangkan di café, Angel merasakan kepalanya berdenyut sangat kuat. Ini pertanda kalau sebentar lagi ia akan mimisan. Oleh karena itu Angel buru-buru meminta izin ketoilet agar teman-temannya tak melihat kondisi Angel yang sebenarnya sudah sangat lemah.
Morgan yang sedari tadi selalu memperhatikan Angel sangat yakin kalau Angel tidak sedang dalam keadaan sehat, akhirnya Morgan pun membuntuti Angel menuju toilet. Baru saja sampai di depan pintu toilet tubuh Angel langsung tumbang, untung saat itu Morgan mengikutinya. Dengan sigap Morgan pun menangkap tubuh kekasihnya itu dan menggendongnya keluar.
Dengan panik Morgan dan teman-teman Angel serta Rafael membawa Angel kerumah sakit terdekat. kebetulan Rumah sakit yang terdekat itu memang rumah sakit tempat Angel berkonsultasi.
“ Dok, gimana kondisi adik saya ?” tanya Rafael sangat panic begitu dr.Hendra keluar dari ruang UGD.
“ Kondisi pasiens sangat lemah, sekarang sedang  kritis” jelas dr.Hendra.
“ Apa ? kritis dok ?? kalau begitu kapan ia dapat dipastikan sadar ?” tanya Morgan antusias.
“ Dikarenakan kondisinya yang sangat ngedrop, kemungkinan ia akan mengalami Koma selama satu minggu. Dan mungkin ia akan sadar satu minggu lagi”
“ Apa selama itu dok ?” tanya Auryn tak percaya.
“ Yah, namun jika Angel tak kunjung sadar dalam satu minggu kedepan,  maka kemungkinan hanya ada dua. Ia mengalami koma tahunan atau akan kembali kesisi Yang Maha Kuasa”
“ Apa ?? dokter nggak boleh ngomong gitu, adik saya pasti sembuh kan dok ?! ia kan dok ?!”
“ Hanya keajaiban Tuhan lah yang dapat diharapkan saat ini” kata dokter itu lalu beranjak pergi begitu saja.
Saat memasuki ruang UGD, butiran air mata terus mendesak keluar dari pelupuk mata seluruh teman-teman Angel. Saat mereka semua menyaksikan Angel terbaring lemah di balik selimut putih dengan wajah pucat pasi, dan banyak kabel-kabel dari alat-alat medis yang terpasang di tubuhnya.
“ Sayang, aku yakin mukjizat Tuhan pasti akan memberikan kesembuhan untuk kamu” ucap Morgan menitikan air mata sambil membelai rambut Angel.
***
Hari berganti minggu, minggu pun sudah berganti bulan. Haruskah bulan berganti tahun baru Angel sadar ?? Entahlah. Morgan dan Rafael selalu menginap di rumah sakit untuk menemani Angel yang tak kunjung sadar, seluruh teman-teman Angel pun selalu datang menjenguknya. Kini tepat tanggal 25 Agustus, hari jadian Morgan dan Angel. Itu berarti hari ini tepat hari Anniversary Morgan dan Angel yang ke-4 tahun. Morgan sangat berharap hari ini Angel dapat sadar dari tidur panjangnya.
“ Pagi sayang…kamu ingatkan hari ini hari apa ?? hari ini hari Anniv kita yang ke-4 tahun loh. Hmm.. nggak kerasa yah hubungan kita udah empat tahun aja. Oyah, kamu liat deh aku punya apa buat kamu. Tarraaa !!! aku punya cincin. Ini special aku buat untuk kamu, liat deh di dalam mutiaranya ada kelopak bunga edelweiss. Keren kan ?? aku pakaikan dijari manis kamu yah” ucap Morgan kepada Angel yang masih tertidur dalam tidurnya yang sangat panjang, sambil meneteskan air mata dan memasangkan cincin itu ke jari manis Angel.
Setelah cincin itu terpasang indah di jari manis Angel, tiba-tiba saja kondisi angel menjadi sangat tidak stabil. Morgan, Rafael dan seluruh teman-temannyapun panik. Morgan segera memencet tombol darurat yang terdapat di dekat ranjang Angel. Dokter pun segera masuk keruangan itu dan memeriksa kondisi Angel.
***
 “ Angel !!! kenapa ? kenapa kamu ninggalin aku sayang !! aku butuh kamu, aku sangat membutuhkan mu sayang !!” jerit Morgan yang sangat terpukul dengan meninggalnya Angel.
“ Dek, kenapa kamu tinggalin kakak sendirian !! kenapa dek ? bangun dek, bangun!!” Rafael tak kalah terpukulnya, ia mengguncang-guncang tubuh Angel dengan harapan Angel dapat sadar dari komanya.
Ternyata, takdir Tuhan berkata lain. Tepat di hari Anniversary mereka yang keempat tahun, Angel meninggal dunia. Dan benar-benar melanjutkan tidur panjangnya untuk selamanya. Tak ada satupun orang yang tak menangis dengan kepergian Angel, terlebih Morgan dan Rafael. Ternyata, bunga keabadian dengan beragam mitos ke abadian  itu tak mampu mengalahkan kuasa Tuhan. Yah, mungkin Cinta Morgan kepada Angel akan tetap abadi seperti bunga edelweis yang selalu abadi. Namun tetap saja, tak akan ada manusia yang hidup abadi di dunia ini, semua manusia pasti akan merasa kehilangan, semua manusia pasti akan merasakan mati. Dan tak ada satupun manusia yang dapat mengelak dari suratan takdir Allah swt.


=== TAMAT ===
Assalamu’alaikum teman-teman kenalkan nama aku Elfira Novia, aku putri sulung dari pasangan Feri Wandiza dan Adriani. Aku lahir di Padang,26 november 1995. Kini aku tinggal di kota Pekanbaru, tepatnya di Jl. Kubang Jaya Perum.Citra Mas Colorsland No.18B. Hobby menulis aku tumbuh sejak aku duduk di kelas 3 SMP, awalnya sih cuma iseng saja tapi lama kelamaan menjadi hobby yang sangat aku gemari bahkan kini menjadi cita-cita, yah aku sangat ingin sekali menjadi seorang penulis terkenal. Bantu do’anya yah semoga keinginan aku bisa tercapai, Amin ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar