Kamis, 19 April 2012

KEMATIAN YANG TERTUNDA



Kesejukan angin pagi telah menyapa tubuhku yang masih terbaring diselimuti badcover berwarna biru muda dengan goresan awan putih yang lucu, Ehmm desis ku sambil terduduk diatas ranjang sembari mengusap-ngusap kedua mataku, saat kulihat jam wekker di atas meja rias tepatnya disebelah kiri tempat tidurku, ternyata sudah menunjukkan pukul 09.00 wib tapi aku bersikap biasa saja, karena aku tahu kalau hari ini adalah hari libur, seperti biasa sebelum mandi aku lebih memilih meninggalkan tempat tidurku yang berantakan dan turun kelantai bawah menuju ruang makan, satu persatu anak tangga ku turuni, saat sampai dilantai bawah kudapati si Mbok yang sedang asyik mengelap gelas-gelas antik milik mamiku yang terpajang indah dilemari hias.
“ Pagi, Non ? Non mau sarapan yah ?” Tanya si Mbok, ia adalah pekerja rumah tangga atau kerap di sebut pembantu, ia sudah bekerja dengan keluargaku sejak aku belum terlahir didunia ini, ia jugalah yang telah merawatku sejak kecil, yah sejak kecil hingga sekarang aku menginjak usia 17thn ini aku tak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuaku, bahkan aku juga tak pernah merasakan ASI (air susu ibu), itu semua karena Papi dan Mamiku sibuk dengan urusan mereka masing-masing, mereka selalu pergi sebelum aku bangun dan pulang setelah aku terlelap tidur, namun terkadang saat mereka pulang aku tersentak karena mendengar suara pertengkaran mereka.
“ Iya Mbok, Lala mau sarapan…..”belum sempat aku meneruskan jawabanku, “ Sarapan nasi goreng pakai telur ceplok setengah matengkan, Non?” potong si Mbok yang memang sudah tahu betul akan sarapan favoritku
“ Iya Mbok, Mbok emang paling Thebest deh..” ucapku dibarengi tawa kecil sambil mengangkat kedua jempolku
“ Oke, kalo gitu si Mbok masakin dulu ya Non, Non Lala mandi dulu gih” ucap si Mbok sambil meletakkan kan gelas-gelas antik mama yang sedari tadi berada ditangannya
“Siip Mbok ! masak yang enak ya Mbok” ucapku manja sambil tersenyum manis
Setelah selesai mandi dan berpakaian, hidungku mencium aroma nasi goreng buatan si Mbok yang sepertinya sangat lezat, akupun buru-buru keruang makan, kudapati si Mbok yang tengah menyiampkan hidangan nasi goreng lengkap dengan telur separuh mateng pesananku
“ Wah, kayanya enak nih ! aku makan ya, Mbok ?” ucapku yang sudah duduk berhadapan dengan sepiring nasi goreng yang tampak lezat itu
“ Sip, Non” ucap si Mbok lalu meninggalkanku pergi
Setelah selesai sarapan aku pergi keruang tengah, aku yang tak hobby menghabiskan waktu untuk shopping dihari libur, memang lebih sering memilih menonton televisi sambil tertawa geli menyaksikan aksi-aksi kocak dari kartun-kartun favoritku seperti Doraemon,Marsupilami,danlainsebagainya.
“ Non, Mbok pergi dulu yah..” Pamit si Mbok mengagetkanku yang tengah asyik menonton Televisi
“ Mbok ? mau kemana ??” tanyaku setengah kaget
“ Ya mau kepasar atuh Non, seperti biasa inikan sudah awal Bulan baru, jadi si Mbok harus beli perlengkapan dapur Non, kan sudah pada habis” jelas si Mbok yang terlihat cantik olehku pagi itu
“ Oowh, kalau gitu Lala ikut yah…Lala bosen nih dirumah” Pintaku dengan manja
“ Tapi Non, Simbok mau kepasar bukan ke swalayan, jadi becek Non”
“ Gak papa kok, yang penting Lala ikut yah”
“ Tapi Non yakin ??”
“ Iya si Mbok..”
“ Ya sudah Non gati baju dulu gih”
“ Gak ah pakai ini aja”
“ Non yakin ??” tanya si Mbok yang tampak ragu dan memandangiku yang sedang mengenakan celana Levis diatas lutut dipadu dengan kaos Distro berwarna Hijau
“ Yakin Mbok..ya udah, kita pergi yuk !”
Akhirnya si Mbokpun mengikuti saja apa kemauanku, dengan diantar Pak Ujang supir yang sudah cukup lama juga mengabdi di keluargaku, akhirnya aku sampai dipasar. ASTAGA ternyata pasarnya begitu becek, sang mentari pun tak persahabat, aku hanya terdiam melihat kondisi pasar yang becek, ramai, kumuh, dipadu dengan cuaca yang begitu terik. Jujur baru sekali ini aku berada dipasar tradisional ini, meski aku tahu setengah atau bahkan 85% rakyat dinegeri ini termasuk si Mbokku telah terbiasa berbelanja dipasar seperti ini, karena harganya yang cukup bagi semua kalangan.
“ Non Lala kok diam ? Non takut yah kulitnya hitam terbakar sinar matahari ? trus kakinya kotor kena becek ?” Pertanyaan si Mbok seolah tlah membaca jalan pikiranku
“ Gak kok Mbok….aku gak takut, yuk kita belanja !!” Ajakku yakin lalu bergegas masuk bersama si Mbok kedalam pasar, sementara Pak ujang menunggu di dalam mobil.
Meski awalnya aku geli berjalan ditengah ramainya orang, bercampur dengan bau keringat dan kondisi jalan yang becek, namun aku tetap menunjukkan sikapku yang biasa saja pada siMbok, sekitar 1 jam kami mengelilingi pasar mencari barang-barang yang dibutuhkan, kakiku merasa letih, keringatku yang telah berulangkali ku usap tetap saja membasahi tubuh ini, Krrekk suara perutku terdengar padahal tadi pagi aku baru saja makan nasi goreng.
“ Mbok, belanjaannya udah semua kan ??” tanyaku pada si Mbok
“ Udah Non, Non capek yah ? ya sudah yuk kita pulang” Ajak simbok, tak sengaja didekat pasar itu aku melihat sebuah warung bakso, ntah mengapa aku tertarik untuk mampir kesana
“ Mbok..sebelum pulang kita makan bakso dulu yuk ! tuh disitu” Pintaku menggandeng tangan simbok sambil menujuk warung bakso yang ku mau
“ Tapi Non, Non yakin mau makan bakso disitu ??”
“ Yakin Mbok, ayo atuh, Lala udah laper nih” Akupun menarik lengan si Mbok
Saat aku sampai ditempat bakso itu, astaga.. Aku melihat tukang baksonya ganteng banget, bak seorang pangeran dan badannya wangi sekali…hmm
“ Mau pesen apa, Mbak ??” tanya tukang bakso itu mengangetkanku
“ Hmm..ammm…emmm… ya mau mesen bakso lah Mas” jawabku salah tingkah dengan senyum seadanya
“ Mau di makan disini ? atau di bungkus mbak ?” Tanyanya lagi
“ Makan disini aja Mas, pesen dua yah” jawabku tanpa berpikir
“ Oowh, silahkan Mbak dan ibunya tunggu dimeja saja” ucap Mas tukang bakso itu membuatku heran, aku sama sekali tak menyangka kalau Mas tukang bakso itu menganggap si Mbok adalah ibuku, apa mungkin karena dandananku pagi ini sudah terlihat kumuh ? hmm..entahlah…
***
Entah kenapa sejak kejadian tadi pagi, wajah tukang bakso itu selalu membayangi pikirannku, ku tersenyum sendiri memandangi langit-langit kamarku sambil membayangkan wajah tukang bakso yang kusendiri tak tahu siapa namanya itu.
Esok harinya aku yang merasa penasaran dan ingin lebih dekat dengan tukang bakso itu sepulang sekolah langsung saja mampir ketempat warung bakso yang kemarin aku datangi bersama si Mbok
“ Eh, kamu ? kamu cewek yang kemarin beli bakso disinikan ??” tanyanya ramah padaku
“ Yah…hmm, kenalin nama aku Clarinta, panggil aja Lala “ ucapku sambil mengulurkan tangganku padanya
“ Ilham Fauzie, panggil saja Ilham” ucapnya membalas uluran tanganku,
“ Kamu mau pesen bakso lagi ??” tanyanya padaku
“ Hmm…sebenarnya si cuma mau kenalan..” jawabku malu-malu sambil tersenyum kecil
“ Haha..kamu lucu deh, eh kamu kok bisa sih sekolah di sekolahan elite ??” tanyanya sambil melirik pakaian seragam sekolahku, yah memang aku bersekolah di SMA swasta yang terkenal sebagai sekolahan anak-anak para pejabat tinggi Negara
“ Heii ??” ucapnya melambaikan tangan ke hadapan wajahku dan membuyarkan lamunankecilku, “ Sorry yah kalu pertanyaanku menyinggung kamu ? tapi aku heran saja karena kamarin penampilan kamu dan ibumu, Maaf seperti pembantu” sambungnya lagi
“ Ahh  gak apa kok, yang kemarin itu bukan ibuku, dia si Mbok,pembantuku”
“ Oowh..pantaslah aku merasa ada yang menjanggal..ma’af yah aku sudah pikir kamu anak pembantu”
“ Iyah gak apa kok, lagian jadi anak pembantukan gak dosa” jawabku tersenyum
“ Oh yah, sudah sore nih aku ada kelas di kampus, aku pergi dulu yah” pamitnya padaku, lagi-lagi ucapannya mengagetkan dan membuatku terpaku heran. Kampus ?? dia kekampus ?? brarti dia kuliah donk ?? lagi-lagi pertemuanku dengannya menyisihkan pertanyaan, namun kubiarkan pertanyaan itu menjadi materi pembicaraanku esok dengannya.
Esoknya aku yang berniat menemuinya ke warung bakso, terpaksa harus mengurungkan niatku, karena aku harus membeli buku Novel sebagai tugas bahasa Indonesia yang wajib dikumpul besok, di toko buku tak sengaja aku manabrak seseorang, dan memang benar kata pepatah kalau jodoh takkan lari kemana, yah seseorang yang kutabrak itu adalah Ilham
“ Ilham ?? kamu ngapain disini ??” tanyaku masih kaget
“ Eh, kamu La ? aku mau nyari buku untuk kuliah aku, kamu sendiri ??” tanyanya padaku
“ Aku juga mau nyari buku untuk tugas sekolahku…” jawabku tersenyum kecil
Aku bahagia sekali hari ini, karena semua pertemuanku kali ini dengan ilham tak menyisihkan pertanyaan, bahkan pertanyaan yang terlintas dibenakku kemarin telah terjawab, ternyata ilham adalah seorang Mahasiswa fakultas Ekonomi semester 3 yang sedang magang dengan berjualan bakso.
Waktu trus berlalu, sejak kenal Ilham hari-hari yang kulewati menjadi kian berwarna, aku bahagia sekali bahkan hubunganku dengan Ilham sudah semakin dekat,sore ini ilham mengajakku jalan-jalan ketaman kota.
Saat aku dan ilham sedang asyik bercandaria sambil menyusuri area tamankota yang dipenuhi dengan bunga-bunga, tak sengaja aku melihat sebuah keluarga kecil yang sedang bercanda tawa, langkahku terhenti, pandanganku terpusat melihat seorang gadis kecil yang mungkin usianya masih dibawah 5 tahun itu sedang bercanda tawa dengan ayah dan ibunya, entah angin apa yang membuat bibirku ini tersenyum kecil disertai airmata yang tanpaku sadari sudah membetuk dua aliran dipipiku…tuhan,begitu bahagianya gadis itu..kapan ? kapan mami dan papi mengajakku ketaman dan bercanda tawa seperti itu ucap bathinku sambil fikiranku menghayal aku sedang berada disituasi seperti gadis kecil itu dan bercandatawa dengan mami dan papiku.
“ Lala…?” Ilham melambaikan tanggannya dihadapanku yang membuat semua khayalan dan lamunanku buyar.
“ Hmm..ham,kita pulang aja yuk…” ajakku pada ilham dengan terbata-bata, Ilhampun mengantarkanku pulang dengan sepeda motor sederhana miliknya
Sesampainya dirumah, entah mengapa aku merasa rindu dengan orang tuaku, aku langsung mencari si Mbok kedapur, begitu aku bertemu dengan si Mbok, aku langsung memeluknya, si Mbok pun kaget dengan sikapku.
“ Non..?? Non Lala kenapa ??”
“ Mbok…Lala pengen dipeluk…” ucapku manja sambil menangis, malam ini aku yang begitu menginginkan pelukan dari kedua orangtuaku dan kebetulan juga besok adalah hari libur, aku pun menunggu kedua orangtuaku pulang diruang tengah sambil menonton televisi, waktu sudah menunjukkan pukul 23.58 wib namun kedua orang tuaku butak kunjung pulang, mataku kian detik berlalu kian terasa kantuk, hmm akhirnya dengan langkah lemas aku menuju kamarku, satu persatu anak tangga kunaiki sambil berusaha membuka mataku yang mungkin sudah tinggal 5watt ini, begitu sampai dikamar aku langsung membaringkan tubuhku, dan tak perlu waktu lama akupun tlah tiba di alam mimpi.
BBrruuukkk…. Ntah benda apa yang jatuh dan pecah, namun akibat suara itu aku terbangun, kulihat jam menunjukkan pukul 00.25 wib malam itu lagi-lagi aku menangis meneteskan airmataku, karena untuk yang kesekian kalinya aku mendengar orangtuaku sedang bertengkar hebat, tangis ku semakin menjadi saat ku dengar Mami mengucapkan kata cerai pada Papi ku, oh.. aku sama sekali tak tahu harus berbuat apa ? aku takut, apa yang akan terjadi padaku kalau mereka benar-benar akan cerai ? siapa yang harus kupilih ? hmm…malam itu aku tak mampu lagi memejamkan mataku, hanya tangis yang menemani kesunyian malamku, ingin rasanya aku menelpon Ilham untuk bercerita tentang kesedihanku, namun aku tak sanggup menggapai Handphoneku tubuh ini benar-benar tlah terasa letih, dunia ini seakan telah menghimpit tubuhku dan membunuhku secara perlahan.
Pagi ini aku tertunduk lesu dimeja makan, sesekali air mataku menetes membasahi pipi ini.
“ Tarrraaa… nasi goreng telur separuh mateng sepecial buat Non Lala,  sudah jadi….!!” Ucap si Mbok berusaha membuat suasana pagiku ceria, namun aku tak memperdulikan sedikitpun tentang hal itu, aku masih trus saja melamun dan terdiam mebisu.
“ Non Lala, dimakan yah nasi gorengnya “ kali ini si Mbok memandangiku penuh harap agar aku mau memakan nasi goerengnya
“ Lala ngak laper Mbok” ucap ku pelan lalu beranjak pergi, aku yang tak kuasa menahan rasa yang bergejolak dihati ini, berjalan menuju garasi, sebelumnya ku temui Pak Ujang untuk meminta kunci Mobil, awalnya Pak Ujang tak mau memberikannya padaku, tapi melihat wajahku yang penuh air mata dan mungkin Pak Ujang merasa kasihan padaku, akhirnya Pak Ujang memberikanku kuci mobil, aku pun bergegas menuju warung baksonya Ilham, dan ternyata hari ini Ilham tidak masuk kerja, akupun meminta alamat kost ilham kepada rekan kerja ilham, setelah itu aku mengemudikan mobilku menuju kost-an Ilham.
“ Ilham ??!!” ucapku kanget mendapati Ilham sedang cipika-cipiki dengan seorang wanita yang terlihat sexy dan cantik
“ Lala ??!! La, ini semua ngak seperti apa yang kamu liat….!!” Ucapnya padaku dengan sedikit berteriak, namun aku sama sekali tak memperdulikannya aku masuk kembali kedalam mobilku kemudian mengemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju rumahku, kusalip semua mobil yang berada di depanku, kali ini aku memang benar-benar membawa mobilku dengan brutal, emosiku benar-benar sudah hilang kendali. Kini hatiku benar-benar telah hancur atau mungkin tlah tiada, air mata semakin deras keluar dari pelupuk mataku sakit, sakit, sakit rasanya hati ini.
Sesampinya diruamah aku bergegas masuk kekamarku dan membaringkan tubuhku yang tlah tiada berdaya ini.
Tuhan…apa mau mu ?? kenapa kau berikan cobaan yang begitu berat ini ?? Tuhan..aku sudah tak sanggup lagi menghadapi semua ini…aku tak sanggup memilih, jika orang tuaku benar-benar bercerai…aku tak sanggup kehilangan sosok lelaki yang slama ini aku idam-idamkan…aku tak sanggup Tuhan…. Tuhan..lebih baik kau ambil saja nyawaku, dari pada kau bunuh aku secara perlahan seperti ini, Tuhan jawab aku….!!! Semua kata-kata itu mengalir begitu saja dari bibirku tanpa komando, tak sengaja mataku melirik secanggir gelas kaca yang berisi air putih diatas meja riasku, ntah setan apa yang tlah masuk dalam diriku ini, ku ambil gelas itu, kutuang begitu saja air didalamnya hingga lantai kamarku basah lalu ku jatuhkan, hingga kulihat gelas itu pecah, akupun tersenyum sinis, kuambil salah satu dari pecahan galas itu “ Tuhan..aku tahu bunuh diri itu dosa, tapi kurasa ini yang terbaik untukku, Tuhan…” ucapku lalu menyayat pergelangan tanganku dengan pecahan itu, perlahan tapi pasti darah sengar mengalir dari pergelangan tanganku aku tersenyum dan perlahan tubuhku semakin melemas.
Ketika aku membuka mata, kulihat aku berada disebuah ruangan baru, mungkin ini surga..pikirku, namun kumerasa ada yang menggenggam erat tanganku Ilham desahku.
“Lala..kamu udah sadar ??” tanyanya membelai rambutku…
“ Aku..aku dimana ??” tanyaku mulai histeris
“ kamu dirumah sakit, tadi si Mbok dan Pak Ujang yang membawa kamu kesini, dan mereka juga menelponku, kamu kenapa sih pakai acara bunuh diri segala ??”
“ Bukan urusan kamu..!!” bentakku sinis sambil melepaskan tanggan Ilham yang sedari tadi menggenggam tanganku.
Kklliik pintu terbuka dan muncul kedua orang tuaku dari balikpintu..
“ Sayang…. Kamu kenapa Nak ? kamu ngak kenapa-napa kan ??” tanya Mamiku yang kelihatan cukup panik, Ilham yang melihat kedua orang tuaku datang mulai beranjak dan meninggalkanku bersama orang tuaku
“ Sayang, kamu ngak kenapa-napa kan Nak ??” kali ini papikupun angkat bicara..
“ Mi, Pi… kalian masih peduli sama Lala ??” tanyaku polos
“ Ya iyalah sayang.. Mami sama Papi sayang sama kamu, karena kamu putri satu-satunya kami…” jawab mamiku, mewakili jawaban Papi
“ Tapi kenapa kalian selalu sibuk dan ngak ada waktu untuk Lala…??”
“ Lala sayang.. ma’afin Papi sama Mami yah.. kami sayang Lala.. kami sibuk bekerja cuma ingin Lala bahagia dan tak kekurangan apapun dan agar Lala bisa membeli apa saja yang Lala mau…” jelas Papi ku
“ Tapi Pi, Lala ngak butuh harta… Lala butuh kasih sayang mami sama papi….” Ucapku meneteskan air mata… “ Mi, Pi, apa benar kalian ingin bercerai ??” sambungku lagi… kali ini Mami dan Papi ku terdiam, mereka saling berpandangan..
“ Mi ? Pi ?” ucapku lagi untuk memastikan…kali ini Mami menganggukkan kepalanya sebagai jawaban YA,
“ Mami sama Papi jahat !! katanya sayang Lala.. tapi kenapa Mami sama Papi cerai…??!! Kalo kayak gitu mending Lala mati aja tadi ?? kenapa dibawa kerumah sakit !! ” bentakku penuh derai airmata.
“ Hhussst.. kamu ngak boleh bicara gitu sayang..bunuh diri itu dosa,” ucap Papiku
“ Cerai itu juga Dosa !!” jawabku cemberut seperti anak kecil berusia dibawah 5thn…
Lagi-lagi Mami dan Papiku terdiam… “Mi..Pi..selama ini Lala ngak pernah minta sesuatu ke Mami sama Papi, kali ini Lala cuma mau minta satu Mi, Pi… tolong kalian jangan bercerai…Lala gak tau harus ikut siapa kalau kalian bercerai..Lala butuh kasih sayang Mami, Papi..bukan hanya sekedar harta” penjelasanku membuat kedua orangtuaku ikut menangis merekapun memelukku erat, kali ini aku benara-benar dapat merasakan hangatnya pelukan kedua orang tuaku.
“Papi sama Mami ngak bakalan cerai kok” ucap Mamiku tersenyum dan melirik Papiku..
“ Janji ?” akupun tersenyum kecil dan memberi jari kelingking sebagai tanda janji..
“ Iyah sayang…” mami membalas janji jari kelingkingku dengan senyuman
“ Makasih ya Mi, Pi..” hari ini tuhan benar-benar menunjukkan Kuasanya padaku, ia tak mau aku mati dalam bunuh diri sehingga aku masih dapat menikmati indahnya hidup dan kasih sayang orang tua. Namun kebahagiaanku belum terasa sempurna karena hubunganku dengan Ilham yang masih renggang, kali ini berani-beraninya ilham membawa wanita yang kulihat cipika-cipiki dengannya kerumahku.
“ Ilham, ngapain lagi kamu kesini ???” tanyaku sinis namun sebenarnya aku sangan rindu dengan masa-masa bersama Ilham
“ Lala….wanita yang disamping aku ini, wanita yang bikin kamu cemburu ini dia adik aku..adik kandung aku” ucapnya mengagetkanku
“ Iya kak, aku adiknya kak Ilham, namaku Fany, kak, kakak jangan marah lagi yah sama kak ilham, kak Ilham sayang bangetloh sama kakak” ucap wanita yang ternyata adalah adiknya ilham itu
Hmm..aku merasa sangat bodoh karena telah cemburu buta pada ilham, aku pun segera memeluk ilham erat, “ Ma’af yah.. Lala udah salah faham” ucapku dalam pelukan ilham
“ Iyah, gak apa kok, lagian Ilham seneng, berarti lala sayang Ilham..iya kan ?”
“ Hehe iya-iya.. Lala sayang Ilham “ ucapku malu-malu sambil tertawa bahagia…
Akhirnya, hidupku menjadi lebih baik, orangtuaku tidak jadi bercerai mereka juga lebih perhatian padaku bahkan sejak kejadian itu  Mami sama Papi janji kalau mereka tak akan bertengkar lagi, dan menyediakan waktu untuk bersamaku, sekarang Mami sama Papiku meresmikan Hari Minggu sebagai hari keluarga, karena setiap hari itu Mami sama Papi janji akan mengajakku jalan-jalan. Aku juga sadar Kalau caraku menyelesaikan masalah dengan bunuhdiri itu salah besar, andai saja waktu itu aku benar-benar mati mungkin aku sudah masuk kedalam api neraka, namun untunglah Allah masih sangat menyayangiku, terimakasih Allah, aku janji ngak akan coba-coba bunuh diri lagi, hehe.

::: THE END :::
Maaf kalo dalam Cerpen ini ada kata-kata yang menyinggung/salah, Cerita ini hanya FIKTIV dan kerangan belaka kok…. :) dan kalo EYD serta  tanda baca dalam cerpen ini berantakan,mohon maklum aja yah :D karna fi memang kurang menguasai hal itu, dan masih perlu banyak-banyak belajar untuk hal itu :)

yg udah baca tinggalin jejaknya yah….jangan jadi pembaca rahasia yah….. :)
NO EDIT or Copast….hargailah karya anak bangsa dan belajarlah kreativ… :)
LIKE,KRITIK/SARAN diperlukan.. :)
Follow @26ratifamazari
Dan buat yang mau baca cerpen cerbung fi lainnya bisa JOIN di http://kumpulancerpenbyfira.blogspot.com/

Sabtu, 07 April 2012

SM*SH CENAT CENUT eps.7 (ENDING) “Cenat-Cenut”



 Hei hei hei…kembali lagi dengan Cerbung yg sedang fi rilis…hmm…fi ngucapin makasih buat temen” yg udah mau membaca CerBung Ini …karna uda mau meluangkan banyak banget waktunya untuk ngebaca Cerbung tulisan,ciptaa,karangan,dan karya fi ini…hoho..
Pemeran dalam Cerbung ini adalah all Members SM*SH, and :
@aisyah_mimid
@Kalyka123
@fathiya_ihsanie
@yulikasetyo
@26ratifamazari
Di follow pemerannya yah.. :D#promo dikit :D
Oya ..Crita ini hanya Fiktiv belaka…ma’af kalo ada kesalahan dalam pengetikan… :)maklum fi masih penulis amatiran.. :D oyah,ma’af juga kalo EYD dan tanda baca dalam cerbung ini berantakan,karna memang fi menulis cerbung ini tanpa memperhatikan hal itu.

HAPPY READING ALL…. :))
.
.
.
.
.
Malam ini Rafael sudah duduk manis menunggu kedatangan miss aisyah..namun miss aisyah tak kunjung datang,hingga akhirnya jam penunjukkan pukul 21.00 wib terdengarlah bell dari rumah Rafael,rafaelpun segera berjalan menuju pintu. Saat Rafael membuka pintu ternyata yang datang adalah mamahnya.
“Mamah…” Ucap Rafael tertunduk lesu..
“Iya ini mamah sayang.. :) emang kamu pikir siapa ??” Tanya mamah Rafael sambil berjalan masuk..
“rafa pikir ayi mah..oyah ma..ayi kok malam ini gak datang sii mah ??”
“loh..emank kamu gak di kasih tau sama ayi kalo dia minta cuti jadi guru private kamu…” tanya mamah Rafael yang kini tepat dihadapan Rafael..
“ha ?? cuti ?? kok gitu ?? kenapa mah ???” tanya Rafael kaget bercampur heran…..
“kata aisyah dia lagi dapat banyak tugas dari dosennya….” Jawab mamah Rafael singkat lalu berjalan menuju lantai atas..sementara Rafael hanya bisa diam seribu bahasa dengan seribu tanda tanya…
“ayi kenapa yah ???” tanya Rafael sambil membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya,lalu Rafael mencoba menghubungi nomor handphone  aisyah tapi untuk yang kesekian kalinya tetap tidak aktive
Pagi harinya Rafael buru-buru kekampus,karena ingin bertemu dengan aisyah..dengan begitu antusias, Rafael memasuki ruang dosen, di ruang dosen  suasana begitu sepi,alangkah kagetnya Rafael mendapati meja aisyah yang kosong tak seperti biasanya,ia mencoba berfikir positif,mungkin saja aisyah terlambat datang kesekolah,atau jangan-jangan ayi udah dikelas ?? gue kan ada kelas pagi sama dia pikir Rafael,lalu ia pun buru-buru menuju kelas tempat miss aisyah mengajar..saat berada diambang pintu kelas, langkah Rafael terhenti ia tak melihat sosok wanita yang ia cari,namun ia melihat sosok wanita paruh baya yang sama sekali tak ia kenal.
“ma’af..anda siapa ?? bukannya ini kelas miss aisyah ??” tanya Rafael sopan sambil melirik teman-temannya yang sedang mencatat meteri pembelajaran.
“saya Reyhana..saya dosen pengganti Miss aisyah,oyah kmu mahasiswa kelas ini kan ?? ayo masuk kamu sudah telat beberapa menit” jawab dosen itu dengan sedikit senyuman lalu menyuruh Rafael masuk..
“hmm..iya buk,tapi emang miss aisyahnya kemana ??”
“miss aisyah sudah tidak menjadi dosen pengganti lagi dikampus ini,karna katanya dia sedang mendapatkan banyak tugas dikampusnya”jelas dosen reyhana “ya sudah kamu duduk gih,saya mau menjelaskan meteri pelajaran…” tambah dosen reyhana, rafaelpun berjalan masuk dan duduk di sebuah banggku kosong bagian belakang.
sementara dosen reyhana menjelaskan materi pelajaran,fikiran Rafael melayang terbang jauh ke aisyah,tanda tanya besar akan semua tindakan miss aisyah yang seolah menjauh darinya trus saja berputar-putar dibenak Rafael.
Setelah  matakuliah dengan dosen reyhana selesai Rafael keluar dari ruangan itu, dengan langkah lemas tanpa arah, ia berjalan menuju area taman kampus,lagi-lagi Rafael duduk di sebuah bangku taman berwarna putih tempat penuh kenangannya dengan candy dan juga dengan aisyah.
“heeiii …. “ sapa seorang cwek menepuk pundak Rafael lalu membuyarkan lamunan Rafael
“eloe yul..loe ngapain disini ???” tanya Rafael,,yulika duduk disamping kanan Rafael “gue..nyariin lo…” jawab yulika mengeluarkan senyuman termanisnya..
“nyariin gue ?? ngapain ??”
“mau ngajakin jalan….raf,mau yah..kan udah lama kita gak jalan bareng..mau yah..yah…” pinta yulika menampakkan wajah polosnya sambil menarik lengan Rafael dengan manja…
“sorry yul,gue ngak bisa..hmm..gue cabut dulu yah…” ucap Rafael pergi meninggalkan yulika..yulika hanya cemberut karena tak mampu menahan Rafael untuk bersamanya…
***
“aduuh…gue harus cari ayi kemana yah ?? gue kan gak tau rumahnya….mana nomer HPnya gak aktif !” Keluh Rafael dikamarnya sendirian sambil terbaring diatas kasur memandangi langit-langit kamarnya…
“eh,,mamah..?? iya-iya…aisyah kan anak temennya mamah..aha mamah pasti tau dimana rumah ayi…” tiba-tiba saja muncul ide menarik dari benak Rafael,ia pun segera mencari nomor mamahnya yang ada di phonebook BBnya dan memencet tombol hijau untuk menelpon mamahnya…..
Setelah Rafael mendapatkan alamat rumah aisyah,tak perlu waktu lama ia langsung mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja rias, lalu buru-buru menuju garasi mobil,dengan kecepatan standar Rafael menuju tempat kediaman aisyah…
TING NONG…TING NONG….
Setelah memencet bell muncul seorang ibu,yang kelihatannya berusia cukup tua menghampiri Rafael..
“ada yang bisa saya bantu den ???” tanya ibu itu sambil membuka pagar
“hmm..aisyahnya ada mbok ??”
“non aisyahnya udah pergi kekampus sejak tadi pagi…..”
“oh,makasi ya mbok” lagi-lagi Rafael kecewa karna tidak bisa bertemu dengan sosok wanita yang ia cari..
Kali ini Rafael memutuskan untuk pergi ke NUSA BAKTI yaitu kampusnya aisyah,walau ia tahu resikonya. Seperti yang sudah ia duga di NUSA BAKTI ia harus menerima resiko dikejar-kejar para Fans-Fansnya,tak mau ribet menghadapi para Fans, Rafael berusaha berlari sekenceng-kencengnya..yah terjadilah kejar-kejaran antara Rafael dan fansnya..hoho tak sengaja Rafael menabrak seorang cwek,
“aww..” ucap cwek itu meringis kesakitan..rafael langsung saja menarik cwek itu ke sebuah ruangan yang terbuka di samping mereka lalu menutup pintu ruangan itu,ternyata ruangan itu adalah gudang yang sangat gelap hingga Rafael tak dapat melihat sosok wanita yang ditabraknya tadi,begitupun sebaliknya…
“Rafael..rafael..aduh guys..rafael tadi mana yah ??” tanya fans-fans Rafael yang berada tepat didepan ruangan tempat Rafael bersembunyi..karna kehilangan jejak sang idola, para fans itupun bubar…
Setelah merasa aman Rafael yang sedari tadi membekap mulut wanita itu,membuka pintu dan melepaskan bekapannya..
“kak Rafael ??!!” wanita itu tampak keget…
“fira…???!!” Rafael pun ikut-ikutan kaget..
“aduh..kakak ngapain si di kampus aku ??” tanya fira pada Rafael..rafael menghela napas panjang lalu menjawab pertanyaan fira “kakak kesini mau cari cwek namanya aisyah ?? kamu kenal gak ???”
“aisyah ?? ooh..aisyah yang jadi dosen pengganti di kampus kakak bukan ???”
“iyah-iyah kamu kenal ??”
“ya kenal lah kak..dia kan temen akuh…meskipun dia udah lebih senior dari aku..hehe..tapi dia sahabat aku kak….” Ucap fira bangga sambil cengengesan..
“ya udah kalo gitu kamu tau gak dia dimana sekarang ???”
“setau aku,hari ini ayi ngak ngampus deh..soalnya kemarin dia BBM.in aku..katanya dia bakaln ngak ngampus selama seminggu,karna dosen yang ngajar pergi umroh…”
“oowh..eh ya dia crita gak kalo dia dapat banyak tugas dari dosennya ??”
“banyak tugas ?? aduh kk..ayi gak mungkin dapat banyak tugas,dosennya kan pergi umroh dadakan, jadi gak sempet tuh namanya ngasih tugas…”
Mendengar semua perkataan fira,Rafael semakin bingung..karna Rafael ingin bercerita banyak pada fira akhirnya rafaelpun mengajak fira ikut bersamanya,untunglah adik semata wayangnya rangga itu sudah tak ada kelas jadi dia menuruti saja apa pinta Rafael..dengan menjaga-jaga situasi agar gak terjadi acara kejar-kejaran, Rafael meminjam topi yang saat itu sedang dikenakan fira untuk menuju pakiran..untunglah dengan selamat Rafael dan fira sampai di parkiran dan segera masuk ke mobil,didalam mobil, Rafael menceritakan semua perubahan sikap yang dilakukan ayi pada Rafael,firapun tercengang mendengarnya ia sama sekali tak pernah diceritakan oleh aisyah tentang Rafael…
“ra,menurut kamu ayi sekarng ada dimana???” tanya Rafael setelah penat bercerita panjang lebar,
“hmm...setahu fi ya kak,,tempat yang dituju ayi itu kalo gak kampus ya…..pemakaman…”
“pemakaman ?? tempat makam tunangannya itu ??”
“iyah..kok kk tau ??”
“kk pernah diajaknya kesana..yaudah kalo gitu kita segera kesana yah….” Ucap Rafael yang langsung menyalakan mesin mobilnya
“tapi kak,kayanya aku gak bisa ikut..soalnya aku ada janji ama bisma”
“ooh..yaudah tapi thanks banget ya ra….” Ucap Rafael,fira pun membuka pintu mobil Rafael dan keluar dengan senyuman..sementara Rafael mulai menyetir mobilnya diawali dengan kecepatan standart lalu semakin lama kecepatan mobil Rafael semakin tinggi,hingga tibalah ia di sebuah tempat pemakaman umum,Rafael segera turun dari mobilnya lalu berjalan menyusuri satu persatu makam hingga ia melihat sosok wanita yang ia cari sedang duduk sambil mengelus batu nisan bertuliskan EFFAN BIN RUSMAN…
“ay….” Sapa Rafael memegang pundak aisyah pelan
“rafa…??!!!” aisyah lalu berdiri dengan kaget dan mengarahkan tubuhnya tepat berhadapan dengan Rafael
“ay…loe ngapain disini ??”
“gu..gue Cuma kangen sama effan,raf…”
“ooh…loe masih sayank dia ??” tanya Rafael sambil melirik batunisan effan,aisyah menganggukkan kepalanya…
“oowh..tapi bukannya loe sendiri yang bilang kalo kita harus tatap masa depan..”
“yah..gue tau..gue Cuma sayank sama effan sebatas kenangan raf,,,”
“oowh..hmm…ay,kenapa sih loe ngejauhin gue ??” kini Rafael sudah mulai masuk kepertanyaan yang sedari kemarin ingin ia tanyakan..
“hmmmm…..” aisyah bingung ingin berkata apa,ia hanya bisa menundukkan kepalanya
“ay..loe kenapa ??”tanya Rafael lagi…
Tetesan air mata aisyah yang sudah mendesak untuk keluar tak dapat tertahankan, “ma’afin gue raf…!!” aisyah lalu berlari meninggalkan rafael…. “ayi tunggu….!!” Jerit Rafael,namun aisyah tak menggubris jeritan Rafael itu.
***
“BT…BT..BT… Ham,rencana loe basi semua tau gak..!! sekarang emang sih, si dosen pengganti itu udah gak bersama Rafael lagi, tapi loe tau gak,si rafa itu sama sekali gak bisa gue dapetin…!!” keluh Yulika dikantin kampus sambil membentak ilham
“yah..gue harus apalagi donk yul,gue udah usaha…tapi emang yang namanya cinta itu gak bisa dipaksakan…” ucap ilham
“tega yah loe semua !!!” bentak Rafael yang tiba-tiba saja sudah berada ditengah-tengah mereka..
“rafa ??” yulika dan ilham heran dan saling lirik-lirikan…
“rafa..ini semua gak seperti…….” Kata-kata ilham terhenti  “Bulshit,loe semua…!! Ham,kenapa si ?? kenapa loe ngak pernah mau perjuangin cinta loe sendiri ?? kenapa loe malah ngancurin cinta loe sendiri ?? Ha !!!” bentak Rafael dengan penuh emosi, ilham hanya bisa tertunduk,sementara yulika tercengang melihat Rafael yang marah bagai orang kerasukan.
Tanpa menanti jawaban ilham,Rafael langsung pergi meninggalkan ilham dan yulika. Ilham terbayang-banyangi dengan kata-kata yang diucapkan Rafael tadi,ia hanya bisa diam membisu duduk di sebuah bangku dekat area danau.
“Ham…” sapa yulika yang merasa bersalah akan semua kejadian ini
“yuli ? ngapain kamu kesini ?” tanya ilham heran
“ma’afin gue ham…ma’afin gue…ini semua karna gue,ini semua karna ego gue,ma’afin gue yah, Ham” yulika mengis dipelukan seorang Ilham SM*SH,
“yuli,loe ngak perlu minta ma’af…loe ngak salah kok…”
“gue salah Ham,ini karna ego dan kebodohan gue…..gue terlalu bodoh menyia-nyiakan cinta yang udah ada dihadapan gue…..gue cwek bodoh Ham….”
“gk..yulika..loe ngak cwek bodoh….kok”
“Ham,gue boleh minta sesuatu sama loe ??”
“apa ?? tapi please jangan tentang Rafael yah,gue ngak mau nyakitin Rafael lagi”
“iyah..hmm…..gue Cuma mau minta loe ,ngulang kata-kata loe waktu malam minggu kemarin yang gue belum jawab itu”
“hmm..sorry yuli, gue ngak bisa….gue ngak mau loe marah sama gue lagi,”
“gue gak marah kok..please…bilang kata-kata itu lagi….”
“okeh…hmm..yuli,gue…huft..gue gak bisa yul” Ilham berdiri untuk beranjak pergi,
“Ham, gue sayang loe….” Yuli menarik tangan ilham..
“apa ??” tanya ilham membalikkan badannya kehadapan yuli,
“gue sayang loe….gue mau loe jadi pacar gue….gue sayang loe Ham…!!”
“gue juga….” Ilham langsung memeluk yulika erat.
“hmm..Ham,kita masih punya satu misi lagi”
“apa ?? “
“kita harus buat Rafael dan miss aisyah bersatu lagi….rafa kan sahabat kita”
“loe yakin..bukannya loe suka Rafael ??”
“haha..ya yakin lah,lagian buat apa Rafael lagi,kan gue udah punya eloe…..”
***
Tangan rafael kini mengusap lembut pada batu nisan Candy,sesekali Rafael menabur bunga ke tanah pemakaman candy.
“Candy…kamu apa kabar ??” tanya Rafael dengan senyuman tangis, “aku kangen kamu sayang….hmmm..kamu tau gak,aku udah punya pengganti kamu loh,namanya aisyah….aku sayang,banget sama dia,tapi sayang, dia gak cinta sama aku,dia masih mencintai almarhum calon suaminya..oyah candy,kamu pernah gak ketemu sama calon suaminya dia,namanya Effan,kalo kamu ketemu ama si Effan itu,tolong bilangin yah,kalo aku cinta sama Aisyah,jadi suruh dia jangan gangguin aisyahnya aku lagi….hehe..tapi kamu jangan sedih yah sayang,aku tetep cinta kamu kok,kamu itu akan tetap dihaati aku,meski kini ada ruang baru milik aisyah dihati aku” Curhat Rafael panjang lebar di pemakaman Candy
“iya sayang…aku gak marah kok,aku ngerestuin kamu sama aisyah itu” sahut seseorang, Rafael pun kanget mendengar suara itu lalu ia cilingak-cilinguk mencari arah suara itu,namun tak ada seoarang pun yang ia lihat
“candy,tadi itu suara kamu ??” tanya Rafael lagi pada batu nisan candy..
“haha..yah bukan lah raf, ini gue “ ucap seseorang itu lagi yang kini sudah berada dibelakang Rafael…
“Aisyah !!” Rafael kanget dan langsung bangkit dari tempat ia semula,
“loe kok bisa ada disini ??”
“ilham sama yulika yang memohon buat gue kesini..loe ma’afin mereka yah….” Pinta aisyah
“hmm..okeh,tapi ada syaratnya….”
“apa ??”
“Loe harus mau jadi pacar gue yah….”
“ogah ah..males…”
“yah..kok gitu,loe gak sayang yah sama gue ???”
“sayang sii..tapi gue maunya jadi istri loe,bukan pacar loe..hehe”
“haha..itu mah beres..kalo gue udah selesai kuliah,loe akan gue jadiin nyonya LANDRY TANUBRATA deh….hehe”
Mereka pun berpelukan sambil tertawa bahagia….
Esok sorenya seluruh Member SM*SH pada ngumpul di bascemp sambil latihan untuk penampilan mereka besok. Di bascamp seluruh Member SM*SH tampak ceria,maklum mereka smua kan pada baru jadian..hehe…meski Rangga dan Reza belum mendapatkan pacar,namun mereka tetap ceria bersama Members SM*SH yang lain, berbanding terbalik dengan Morgan,disaat seluruh teman-temannya bercanda tawa ia duduk galau sendirian dipojok ruangan.
“Wuii..loe jangan galau-galau donk…kita-kita aja yang gak punya pacar tetep Have Fun tuh” ucap reza mencoba menceriakan suasana hati Morgan,
“Yo’i..udah gan sekarang kita latian Vokal aja yuk….” Ajak Rangga,namun morgan hanya diam,
“loe sekarang lagi apa fathiya ??” tanya bathin Morgan…
***
“okeh…kini saatnya kita Sambut SM*SH…. ADA CINTA” ucap host di salah satu acara music,
Seluruh personil SMASH tampil seoptimal mungkin,saat itu Aisyah,Klyka,Yulika,dan fira juga datang untuk menyaksikan penampilan SM*SH yang salah satu Membersnya adalah pacar Mereka, Morgan tampak lesu…
“Kak Morgan !!! “ teriak seorang penonton cwek yang berdesak-desakan dengan penonton lainnya,Morgan pun langsung melihat arah suara itu,dengan kaget morgan tersenyum dan dengan semangatnya Morgan menyanyi seoptimal mungkin,setelah selesai perform Morgan meminta Host acara music itu untuk membawa seorang cwek keatas panggung. Akhirnya cwek yang morgan minta berhasil naik ke atas panggung.
“hmm..heii semashblast semua.kenalin, ini Fathiya..dia itu seorang cewek yang udah mampu buat tulisan ADA CINTA dihati aku loh” ucap Morgan malu-malu, pipi fathiya pun memerah, tanpa basa-basi morgan memeluk Fathiya erat,tanpa tolakan Fathiya menuruti saja. Suasana acara pun semakin panas dan riuh,semua penonton yang rata-rata adalah smashblastpun bersorak heboh….pantang kalah dengan morgan, rafaelpun memanggil Aisyah dan menyuruhnya naik keatas panggung….
“Smashblast Raflatahugs…kenalin ini pacar baru aku loh,namanya Aisyah..cantik kan??” ucap Rafael diwarnai gelak tawa,,,suasana sore itu semakin Riuh, suara Cie Cie dan sorak sorai penonton terdengar heboh…
Tak mau kalah juga,tanpa malu-malu Dicky,Bisma, dan ilham juga memanggil pacar mereka dan memperkenalkannya padaa penonton, yah suasana menjadi semakin panas dan heboh…..
Rangga dan Reza yang belum memiliki pacar juga tak tinggal diam..
“heii smashblast..ada yang mau daftar jadi pacar Eja ama rangga gak ??” ucap Reza nyengir sehingga membuat Host dan penonton tertawa….
“yang mau daftar Rangga tunggu yah….” Tambah rangga tertawa geli….
“wah wah wah..SMASH CENAT CENUT nih namanya “ kata salah satu host mengambil alih jalannya acara.. seluruh Member SMASH pun tertawa geli…

=  THE END =

Maaf kalo dalam Cerbung ini ada kata-kata yang menyinggung, Cerita ini hanya FIKTIV dan kerangan belaka kok…. :) dan kalo EYD serta  tanda baca dalam cerbung ini berantakan,mohon maklum aja yah :D karna fi memang samasekali tidak memperhatikan secara tentang hal itu.


yg udah baca tinggalin jejaknya yah….jangan jadi pembaca rahasia yah….. :)
NO EDIT or Copast….hargailah karya anak bangsa dan belajarlah kreativ… :)
LIKE,KRITIK/SARAN diperlukan.. :)