Mentari begitu
menyingsing, suasana memang sangat panas dan menggerahkan. Namun seorang gadis berseragam
putih abu-abu masih terus bersemangat ikut bergabung untuk desak-deskan di
tengah kerumunan siswa-siswi lainnya. Ia melakukan itu hanya karena ingin tahu
isi poster di mading, yang barus saja di
tempel oleh Vanila, seorang bandahara osis. Pantas saja begitu banyak siswa
yang berminat membaca poster yang baru saja di temple di dinding mading itu,
ternyata isinya adalah tentang acara jelajah alam “MENDAKI GUNUNG”. MARGARETH ANGELINA, gadis
yang rela desak-desakan tadi sangat bahagia membaca isi poster itu, meski Angel mengalami trauma mendalam akan acara
seperti itu, namun ia memiliki sebuah impian besar dengan acara itu. Dengan
bersemangat Angel langsung menghampiri teman-temannya di kantin sekolah.
“ Guys guys !!!” sapanya dengan semangat empat
lima. Seluruh teman-teman Angel pun kaget.
“ Loe kenapa, dek ?”
tanya Rafael, kakak kandung Angel yang juga sedang berada disana.
“ Ada berita bagus nih,
sekolah kita ngadain acara jelajah alam, mendaki gunung ! kerenkan” ucapnya
sangat antusias.
“ Sayang, kamu ikutan yah ! please “ sambung
Angel lalu menggandeng Morgan. Morgan adalah pacar yang sangat di cintai Angel,
mereka telah berpacaran sejak menduduki bangku kelas 2 SMP hingga saat ini,
bahkan setelah lulus SMA mereka berencana akan bertunangan.
“ Aku ?” tanya Morgan
sedikit bingung.
“ Iyah, kamu ikut yah.
Kamu kan tahu aku ingin banget punya bunga edelweis, tapi aku nggak mungkin
bisa ikut acara itu. Kan aku trauma banget sama acara yang begituan” Jelas Angel
manja. Yah, Angel memang sangat menginginkan bunga edelweis, bunga yang sering
dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian.
Edelweis melambangkan pengorbanan karena bunga ini hanya tumbuh di
puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk
mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. Ditambah lagi dengan
adanya larangan membawa pulang bunga ini, pemetik harus main petak umpet dengan
petugas Jagawana. Yang paling menarik, meskipun dipetik bunga ini tidak akan
berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu
ruangan. Karenanya, menurut orang-orang edelweis adalah bunga keabadian. Bunga
yang membuat cinta akan tetap abadi.
“ Hmm… guys kalian
semua gimana ?” tanya Morgan pada seluruh teman-temannya.
“ Ikut dong ! acara se-asyik
itu nggak mungkin dilewati. Haha” sahut Dicky nyengir.
“ Kalo gue sama Rafa
sih pasti nggak bisa, karena kita kan udah kelas 3. Jadi nggak mungkin diizinin
ikut acara begituan” Ucap Bisma sedikit kecewa.
Dengan banyak celoteh
dan perbincangan, akhirnya Morgan mau mengikuti acara pendakian gunung itu demi
Angel, gadis yang sangat ia cintai. Temen-temen Morgan yang lainnya pun ikut bersama
pasangan mereka, seperti Rangga yang membawa kekasihnya Auryn dan Dicky yang
membawa kekasih terimutnya Felly.
***
Mentari hari ini tak
seterik kemarin, sepertinya sang dewa matahari tahu kalau hari ini Morgan dan
teman-temannya hendak pergi mengikuti acara mendaki gunung, hingga ia
memberikan mentari yang bersahabat.
“ Sayang kamu hati-hati
yah ntar ngambil bunga edelweisnya. Kalo nggak dapet juga nggak papa kok” ucap
Angel yang terlihat cemas ketika Morgan hendak masuk kedalam bis sekolah yang
akan membawa mereka dalam acara itu.
“ Iyah sayang, kamu
tenang aja. Aku janji akan bawa bunga keabadian itu untuk kamu. Tapi kamu harus
janji juga, kalau kamu akan jaga diri kamu baik-baik disini yah” pesan Morgan
sambil membelai rambut Angel dengan kasih dan cintanya.
Mereka berduapun
berpelukan, setelah itu Morgan segera masuk kedalam bis. Angel terus
memperhatikan bis yang membawa Morgan itu hingga hilang dari pandangannya.
Beberapa lama setelah bis itu menghilang, Angel merasa cukup pusing, kepalanya
terasa berdenyut, ia pun langsung masuk kedalam mobilnya. Saat didalam mobil,
tiba-tiba saja cairan merah keluar secara perlahan dari lobang hidungnya.
“ Ya Allah, cairan apa
ini ? apa aku mimisan lagi ?” tanya bathinnya. “ Hmm, sepertinya belakangan ini
aku terlalu sering mimisan, ada apa dengan ku Tuhan ?” tanyanya bingung sembari
melihat cairan merah yang kini tengah meresap pada tisu yang ia usapkan
kehidungnya. Ia pun mulai menyetir mobilnya untuk kembali kerumah dengan pelan.
***
Setibanya di rumah,
Angel berlalu begitu saja dan segera masuk kedalam kamarnya. Rafael yang merasa
aneh dengan sikap adik semata wayangnya itu hanya bisa geleng-geleng kepala
karena bingung. Rafael hanya berfikir, mungkin adiknya begitu karena baru saja
ditinggal pergi kekasihnya.
***
Sementara itu, Morgan
dan seluruh teman-temannya sangat bahagia karena telah sampai di kaki gunung
yang akan mereka daki. Hmm.. sepertinya salah, yang bahagia ternyata hanya
teman-teman Morgan, sementar Morgan hanya terdiam menggalau sepanjang perjalanan
hingga saat ini.
“ Wiih Bro, loe kok
galau amat kayanya ?? kangen pacar yah ?? hahaha” ledek Dicky sambil merangkul
Felly.
“ Hahaha, belum nyampai
satu hari aja udah galau gitu. Apa lagi 2 minggu yah ?? hihi” Felly kekasih
Dicky pun tak mau kalah dalam hal meledek Morgan. Yah, Felly dan Dicky memang
pasangan yang sangat cocok, selain wajah mereka yang sama-sama imut, sikap
kanak-kanak mereka juga sangat sama.
“ Santai aja Gan, ingat
semua demi Angel juga kan ? so jalani dengan happy” nasihat Ilham tampak dewasa
dan cool sekali.
“ iyah. Gue aja yang
nggak punya pacar nggak galau tuh” Reza ikut-ikutan. Yah, Reza itu memang suka
nyambung-nyambung kalau Ilham sudah angkat bicara.
“ Semangat !!” seru
Rangga dan Auryn tiba-tiba saja menghampiri mereka.
“ Iya-iya gue semangat.
Thanks all” Morgan pun tersenyum dan melanjutkan pendakian dengan semangat,
agar semangat Morgan lebih berapi, Morgan juga selalu mengingat senyuman Angel
ketika ia sedang letih mendaki.
***
Angel yang merasa
kondisinya mulai melemah, dan terlalu sering mimisan. Akhirnya tanpa
sepengetahuan kakaknya, pergi menuju RS. MEDIKA
JAYA. Disana Angel ditangani oleh seorang dokter spesialis penyakit
dalam, yaitu dr.Hendra.
“ Dok, gimana hasil Lab
pemeriksaan kesehatan saya ?” tanya Angel seusai menjalani pemeriksaan di labor
kesehatan.
“ Ini hasilnya, bisa
dibaca sendiri” dr.Hendra memberikan amplop cokelat kepada Angel. Angel pun
segera membuka amplop itu dan mengambil kertas yang tidak lain adalah hasil
kesehatannya. Dibagian bawah kertas itu tertulis sangat jelas kalau MARGARETH
ANGELINA positive terkena kanker darah stadium akhir. Angel sangat terkejut dan
tidak menyangka membaca hasil Lab itu.
“ Dok, hasil Lab ini
salah kan ? kok disini saya dinyatakan terkena kanker darah ? dokter bercanda
ya sama saya ?” tanya Angel mengihindar dari sebuah kenyataan pahit tentang
dirinya.
“ Tidak, saya sama
sekali tidak bercanda. Memang itulah hasilnya” jelas dr.Hendra.
Akhirnya Angel hanya
bisa terdiam, dengan ucapan terimakasih dan senyum seadanya Angel meninggalkan
ruangan dr.Hendra. Ia berjalan dengan suasana hati yang benar-benar kacau dan
berantakan.
***
“ Ya Allah… mengapa kau
beri aku penyakit yang mengerikan ini ? Apa kau benar-benar ingin mengambil
nyawaku lebih cepat ?” tanya Angel didalam kamarnya sendirian sambil menatap
langit-langit kamarnya. Ia pun membalikkan badannya, mengarah pada photo
kenangannya saat photobox bersama Morgan di salah satu pusat perbelanjaan di
Jakarta. Tangannya perlahan menggapai photo itu.
“ Handi Morgan Winata…
apa kabar ? aku sangat merindukanmu, aku takut aku tak bisa bersua dengan mu
lagi… sayang, cepat pulang. Aku kangen kamu” Angel lalu mencium gambar Morgan
yang ada di photo itu. “ Tapi, jika aku telah bertemu Morgan. Apa Morgan akan menerima
penyakit ku ?” tanyanya lagi dalam hati. “ Ahh, sebaiknya aku harus melakukan
sesuatu” ucapnya langsung mengotak atik handphone yang berada di atas
ranjangnya, yang tak jauh dari jangkaunnya.
***
Sungguh mentari pagi
ini seperti bersembunyi dibalik awan. Yah, suasana pagi ini sangat mendung.
Hari ini adalah hari yang sangat Angel tunggu-tunggu, karena hari ini adalah
hari pulangnya Morgan.
“ Ciiee, ceria banget
pagi ini ? kemarin-kemarin manyun mulu. Hahaha” goda Rafael pada adiknya yang
tengah melahap roti.
“ Ahh kak Rafa. Eh ya
kak, Morgan katanya mau langsung ke rumah kan ?”
“ Iya-iya. Hmm.. kakak
berangkat dulu yah” pamit Rafael, yang pagi itu sudah sangat rapi dan harum.
Bagaimana tidak, pagi itu Rafael ada janji dengan gebetan barunya dari anak SMA
tetangga, namanya Linzy.
***
“ Akhirnya kita pulang
juga… asyiik !!!” celoteh Morgan sangat bahagia sambil memegang erat bunga
keabadian yang telah berhasil ia dapatkan dengan bantuan teman-temannya.
“ Ciiiee, yang mau
ketemu pacar. Happy banget deh” ledek Rangga dibarengi gelak tawa teman-teman
yang lain.
***
Saat sampai kembali di
kota Jakarta, Morgan langsung menuju tempat kediaman Angel. Dengan sangat
terburu-buru Morgan langsung membuka pintu rumah Angel yang tenyata tak
terkunci. Namun, suasana hati Morgan yang begitu menggebu-gebu langsung pudar,
hatinya mendung seperti hari itu ketika melihat Angel sedang asyik bermesraan
dengan seorang lelaki yang tak lain adalah temannya sendiri yaitu Bisma.
“ Angel ….. !” nada
kekecewaan keluar dari mulut Morgan, bunga edelweis yang sedari tadi
dienggamnya dengan erat, perlahan terlepas. Tak kuasa menyaksikan hal yang
sangat tak ia duga itu, Morganpun segera berlari pergi meninggalkan kediaman
Angel.
“ Angel, apa perbuatan
kamu ini tidak terkesan terlalu jahat pada Morgan ?” tanya Bisma setelah Morgan
pergi.
“ Biarlah kak, ini demi
kebaikan Morgan juga. Kakak kan tahu kalau hidup Angel sudah nggak lama lagi.
Hmm… kak, kakak janji yah nggak bilang tentang ini semua kepada kak Rafa,
Morgan dan teman-teman yang lain” pinta Angel dengan serius.
“ Hmm…” jawab Bisma
dengan berdehem, lalu memunculkan senyumnya yang khas dengan dihiasi kumis
tipis di atas bibirnya, membuatnya tampak tampan sekali.
“ Ambil tuh bunga edelweisnya” suruh Bisma
sambil melirik bunga edelweis yang telah jatuh di lantai karena terlepas dari
genggaman tangan Morgan tadi.
“ Iyah, thanks banget
ya kak buat semuanya”
***
Sepulang dari rumah
Angel, jujur saja Bisma tak tahan merahasiakan ini semua. Bisma merasa dia
harus memberitahukan semua ini kepada teman-temannya Angel, terutama kepada
Rafael dan Morgan. Dengan sangat terpaksa, Bisma mengirimkan send all kepada
seluruh teman-temannya yang berisi “All
gue tunggu loe semua di Bober café sekarang. PENTING !”. Morgan yang juga
mendapatkan sms itu merasa bingung, disatu sisi ia sangat kecewa dengan sikap
Bisma, karena Morgan telah berfikir kalau Bisma telah mengambil kekasihnya.
Namun disisi lain, Morgan juga penasaran dengan maksud isi sms Bisma tersebut.
Akhirnya dengan berat hati, Morgan juga ikut menemui Bisma di Bober café.
Saat semuanya telah
berkumpul di Bober Café, dengan sinis Morgan langsung menanyakan maksud Bisma
mengajak mereka semua bertemu disini.
“ Guys, hmmm… gue
ngumpulin kalian semua kesini, karena gue pengen ngomongin sesuatu yang sangat
penting tentang Angel” ucap Bisma mengawali pembicaraan.
“ Angel ? emang adik
gue kenapa ?” tanya Rafael heran.
“ Angel, Angel divonis
terkena kanker darah stadium akhir. Beberapa minggu ini ia telah menjalani
terapi. Namun sepertinya itu semua nihil, karena penyakit Angel terus
menggerogoti system syarafnya. Dan karena itu juga Angel minta bantuan gue buat
bikin Morgan membencinya” jelas Bisma panjang lebar.
“ Maksud loe ?” tanya
Morgan heran.
“ Gan, Angel itu sayang
banget sama loe. Dia nggak mau loe kecewa dengan penyakitnya, karena itu dia
ingin buat loe jauh dari dia” jelas Bisma.
“ Apa ?? kalau gitu, kita
kerumah Angel sekarang !” tegas Morgan langsung beranjak pergi begitu saja.
***
“ Makasih yah sayang buat
bunga edelweisnya. Bunga ini memang bunga keabadian, aku ingin cinta kita akan
selalau abadi, meski ku takkan mungkin menamanimu slalu” Ucap Angel sambil
menteskan bening-bening air matanya, dan memeluk bunga edelweis itu erat, lalu
menciumnya.
“ Cinta aku akan tetap
abadi buat kamu, seperti bunga itu” kata Morgan yang tiba-tiba saja sudah
berada di ambang pintu kamar Angel.
“ Morgan ??” Angel
langsung kaget.
“ Sayang, I do love you
and I need you” Morgan langsung memeluk kekasih yang paling dia sayang itu
dengan pelukan hangat dan sangat erat.
“ Tapi Gan…”
“ Sssttt… Penyakit kamu
pasti akan sembuh” Morgan melepaskan pelukannya dan meletakkan jari telunjuknya
dengan lembut ke bibir Angel lalu menatap Angel lekat.
“ Maafin aku yah Ngel,
udah bocorin ini semua” Bisma tiba-tiba saja muncul membawa seluruh teman-teman
Angel masuk kedalam kamar Angel.
“ So sweet” gumam Auryn
pelan.
“ Dek, kenapa kamu
nggak pernah bilang tentang penyakit kamu ??” tanya Rafel angkat bicara.
“ Maaf kak, aku Cuma
nggak mau bikin kakak dan yang lain khawatir”
“ Kita ini sahabat kamu,
jadi kita bakalan ada disaat kamu susah mau pun senang” tutur Felly.
“ Thanks yah guys”
“ Nah, untuk ngerayain
hari yang mengharukan ini, gimana kalau kita makan yuppi bareng aja ??” ajak
Dicky sambil cengengesan.
“ Aduh bebh, otak kamu
kok isinya yuppi mulu sih ??” tanya Felly jealous.
“ hehehe, di otak aku
emang adanya cuma yuppi, tapi kalau dihati aku yang ada cuma kamu kok bebh”
gombal Dicky sambil merangkul Felly.
“ Mulai deh jurus
gombalnya” keluh Ilham.
“ Gimana kita balik ke
café aja ?? makan-makan gitu ??” ajak Reza.
“ Ide bagus tuh, aku
juga kangen nih makan bareng kalian. Kan kita udah lama nggak makan bareng”
celoteh Angel manampakkanketegarannya.
“ Tapi apa kondisi kamu
nggak bakalan drop ?” tanya Morgan menatap wajah Angel penuh kekhawatiran.
“ nggak kok sayangku”
ucap Angel meyakinkan Morgan.
***
Saat sedang asyik
menyantap makanan yang dihidangkan di café, Angel merasakan kepalanya berdenyut
sangat kuat. Ini pertanda kalau sebentar lagi ia akan mimisan. Oleh karena itu
Angel buru-buru meminta izin ketoilet agar teman-temannya tak melihat kondisi
Angel yang sebenarnya sudah sangat lemah.
Morgan yang sedari tadi
selalu memperhatikan Angel sangat yakin kalau Angel tidak sedang dalam keadaan sehat,
akhirnya Morgan pun membuntuti Angel menuju toilet. Baru saja sampai di depan
pintu toilet tubuh Angel langsung tumbang, untung saat itu Morgan mengikutinya.
Dengan sigap Morgan pun menangkap tubuh kekasihnya itu dan menggendongnya
keluar.
Dengan panik Morgan dan
teman-teman Angel serta Rafael membawa Angel kerumah sakit terdekat. kebetulan
Rumah sakit yang terdekat itu memang rumah sakit tempat Angel berkonsultasi.
“ Dok, gimana kondisi
adik saya ?” tanya Rafael sangat panic begitu dr.Hendra keluar dari ruang UGD.
“ Kondisi pasiens
sangat lemah, sekarang sedang kritis”
jelas dr.Hendra.
“ Apa ? kritis dok ??
kalau begitu kapan ia dapat dipastikan sadar ?” tanya Morgan antusias.
“ Dikarenakan kondisinya
yang sangat ngedrop, kemungkinan ia akan mengalami Koma selama satu minggu. Dan
mungkin ia akan sadar satu minggu lagi”
“ Apa selama itu dok ?”
tanya Auryn tak percaya.
“ Yah, namun jika Angel
tak kunjung sadar dalam satu minggu kedepan,
maka kemungkinan hanya ada dua. Ia mengalami koma tahunan atau akan
kembali kesisi Yang Maha Kuasa”
“ Apa ?? dokter nggak
boleh ngomong gitu, adik saya pasti sembuh kan dok ?! ia kan dok ?!”
“ Hanya keajaiban Tuhan
lah yang dapat diharapkan saat ini” kata dokter itu lalu beranjak pergi begitu
saja.
Saat memasuki ruang UGD,
butiran air mata terus mendesak keluar dari pelupuk mata seluruh teman-teman
Angel. Saat mereka semua menyaksikan Angel terbaring lemah di balik selimut
putih dengan wajah pucat pasi, dan banyak kabel-kabel dari alat-alat medis yang
terpasang di tubuhnya.
“ Sayang, aku yakin
mukjizat Tuhan pasti akan memberikan kesembuhan untuk kamu” ucap Morgan
menitikan air mata sambil membelai rambut Angel.
***
Hari berganti minggu,
minggu pun sudah berganti bulan. Haruskah bulan berganti tahun baru Angel sadar
?? Entahlah. Morgan dan Rafael selalu
menginap di rumah sakit untuk menemani Angel yang tak kunjung sadar, seluruh
teman-teman Angel pun selalu datang menjenguknya. Kini tepat tanggal 25 Agustus,
hari jadian Morgan dan Angel. Itu berarti hari ini tepat hari Anniversary
Morgan dan Angel yang ke-4 tahun. Morgan sangat berharap hari ini Angel dapat
sadar dari tidur panjangnya.
“ Pagi sayang…kamu
ingatkan hari ini hari apa ?? hari ini hari Anniv kita yang ke-4 tahun loh.
Hmm.. nggak kerasa yah hubungan kita udah empat tahun aja. Oyah, kamu liat deh
aku punya apa buat kamu. Tarraaa !!! aku punya cincin. Ini special aku buat
untuk kamu, liat deh di dalam mutiaranya ada kelopak bunga edelweiss. Keren kan
?? aku pakaikan dijari manis kamu yah” ucap Morgan kepada Angel yang masih
tertidur dalam tidurnya yang sangat panjang, sambil meneteskan air mata dan
memasangkan cincin itu ke jari manis Angel.
Setelah cincin itu
terpasang indah di jari manis Angel, tiba-tiba saja kondisi angel menjadi
sangat tidak stabil. Morgan, Rafael dan seluruh teman-temannyapun panik. Morgan
segera memencet tombol darurat yang terdapat di dekat ranjang Angel. Dokter pun
segera masuk keruangan itu dan memeriksa kondisi Angel.
***
“ Angel !!! kenapa ? kenapa kamu ninggalin aku
sayang !! aku butuh kamu, aku sangat membutuhkan mu sayang !!” jerit Morgan
yang sangat terpukul dengan meninggalnya Angel.
“ Dek, kenapa kamu
tinggalin kakak sendirian !! kenapa dek ? bangun dek, bangun!!” Rafael tak
kalah terpukulnya, ia mengguncang-guncang tubuh Angel dengan harapan Angel
dapat sadar dari komanya.
Ternyata, takdir Tuhan
berkata lain. Tepat di hari Anniversary mereka yang keempat tahun, Angel
meninggal dunia. Dan benar-benar melanjutkan tidur panjangnya untuk selamanya.
Tak ada satupun orang yang tak menangis dengan kepergian Angel, terlebih Morgan
dan Rafael. Ternyata, bunga keabadian dengan beragam mitos ke abadian itu tak mampu mengalahkan kuasa Tuhan. Yah,
mungkin Cinta Morgan kepada Angel akan tetap abadi seperti bunga edelweis yang
selalu abadi. Namun tetap saja, tak akan ada manusia yang hidup abadi di dunia
ini, semua manusia pasti akan merasa kehilangan, semua manusia pasti akan
merasakan mati. Dan tak ada satupun manusia yang dapat mengelak dari suratan
takdir Allah swt.
=== TAMAT ===
Assalamu’alaikum
teman-teman kenalkan nama aku Elfira Novia, aku putri sulung dari pasangan Feri
Wandiza dan Adriani. Aku lahir di Padang,26 november 1995. Kini aku tinggal di
kota Pekanbaru, tepatnya di Jl. Kubang Jaya Perum.Citra Mas Colorsland No.18B.
Hobby menulis aku tumbuh sejak aku duduk di kelas 3 SMP, awalnya sih cuma iseng
saja tapi lama kelamaan menjadi hobby yang sangat aku gemari bahkan kini
menjadi cita-cita, yah aku sangat ingin sekali menjadi seorang penulis
terkenal. Bantu do’anya yah semoga keinginan aku bisa tercapai, Amin ^^