Heeiii semuanya !! kembali lagi dengan Short story fi yang
kesekian kalinya… :D oyah, short story fi kali ini special banget buat Ka
@joshuav30 karena kak otay itu artis yang paliiiiing baiiikk banget, yang
selalu ngehargain pemberian otayzer (fansnya)… trus selalu ngeRT + ngeReply
fi….hehe #kak otay ntar biaya pujiannya kirim kerekening yah… :D *kidding :D eh
eh..tapi ma’ap” nih ya kak, meski story ini special buat kakak tapi pemeran
utamanya kak Vebby hihi…. Vpeaceup kak….. ga papa kan kak ?? toh pacar sendiri
juga..hahaha :D
Oyah..langsung aja baca ceritanya yaaah… :) happy reading
all….makasih looh udah mau meluangkan banyak waktu buat ngebaca tulisan fi
niih… :)
.
.
.
.
Senyumku selalu menyungging saat aku melihat anak-anak dipanti
asuhan ini saling berebut mainan yang aku berikan, lalu mereka bermain bersama,
aku sangat bahagia melihat canda dan tawa yang mereka rasakan. Namun air mataku
juga tak dapat ku bendung, karena setiap melihat anak kecil tertawa riang, aku
selalu teringat akan sesosok lelaki bajingan yang telah menghancurkan masa
kecilku, lelaki itu dahulu sangat kusayang, dia adalah ayahku, saat aku berusia
5 tahun dia meninggalkan aku dan bundaku, itulah awal dari kehancuran masa
kecilku, saat itu aku tak mengerti apa-apa, aku hanya bisa menarik jemari
tangan lelaki yang ku panggil ayah itu dengan jemari tangan ku yang mungil, “ayah..ayah mau kemana ??? Vebby sayang
ayah…” itulah kata-kata yang tak pernah pudar dari ingatanku akan sesosok
lelaki bajingan itu, dan bukannya ia memperlakukanku dengan lembut, Ia justru
malah melepaskan pegagan tanganku dengan kasar hingga aku terjatuh, aku sangat
kaget melihat perubahan sikap ayahku, Ia
kenapa ?? sungguh aku tak mengerti dengan sikapnya. Saat itu bunda
menggapai tubuh mungilku dan memelukku, bunda tak berkata apa-apa padaku ia
hanya bisa menangis sambil memeluk erat tubuh mungilku. Dua tahun masa kecilku
berlalu tanpa ayah, sementara bundaku yang depresi karena ditinggalkan ayah 2
tahun silam, trus saja sakit-sakitan hingga usiaku genap 7 tahun bunda pergi
kesisi yang maha kuasa, saat itu aku yang masih berusia 7 tahun hanya bisa menangis
dan terus saja menangis di makam bunda sambil menyalahkan lelaki bajingan itu,
aku yang pernah melihat tetanggaku bertenggar dengan suaminya karena suaminya
selingkuh dapat menduga kalau ayah pergi meninggalkan aku dan bundaku karena
wanita lain. Aku benci ayah !! aku benci
laki-laki !!! teriakku saat itu di makan bunda, dan tiba-tiba saja ada
seorang ibu paruh baya memegang pundakku, Ia adalah Ibu Sri pemilik panti
asuhan tempat aku berdiri saat ini, beliau telah merawatku hingga aku lulus kuliah.
Kini aku telah berusia 24 tahun, aku bekerja sebagai seorang sekretaris di
salah satu perusahan terbesar di Jakarta dan aku juga sudah tak tinggal di
panti asuhan ini, karena aku memilih tinggal di kontrakan yang tak jauh dari
tempat aku bekerja.
“ Nak Vebby, kenapa ?? kok dari tadi Ibu perhatkan melamun ???
trus meneteskan air mata ??” tanya Ibu Sri yang tanpa kusadari telah berada
disisi kananku.
“Hmm… Vebby nggak kenapa-napa kok, Bu” aku segera menghapus
air mata yang telah membasahi seluruh bagian wajahku. “ Oh ya Bu, Vebby izin
pamit yah, mau kemakam Bunda…” sambungku lagi.
“ Oh, ya sudah hati-hati dijalan ya, Nak..” ucap Ibu Sri
dengan senyumannya yang begitu lembut.
“ Iyah bu, hmm… adik-adik kak Vebby pulang dulu yah…” pamitku
kepada adik-adik kecil yang asyik bermain.
“ Iya Kak, Kak makasih yah bonekanya…” ucap seorang gadis
kecil sambil memeluk boneka Barbie dariku.
“ Iyah sayang….Dadaa semua, Assalamu’alaikum” aku pun beranjak
pergi dari panti asuhan itu.
Dengan menggunakan motor matic sederhana milikku, aku menuju
ketempat pemakaman umum, tempat Bundaku di makamkan 17 tahun yang lalu. Jujur
saja setiap kemakam bunda, air mataku tak pernah bisa berhenti menetes, luka
masalalu tak pernah bisa ku hapus dari ingatanku, terlebih ingatanku tentang lelaki
bajingan yang meinggalkan Bunda hanya karena wanita lain itu.
“ Hiks…hikss… bunda…. Bunda apa kabar ?? Vebby kangen dipeluk
sama Bunda” rengekku penuh dengan derai air mata.
“ Heii,,, tak baik meratapi orang yang sudah meninggal, lebih
baik kamu berdo’a saja untuknya” tutur seorang lelaki yang berdiri di
belakangku, aku tak tahu sejak kapan ia berdiri dibelakangku.
“ Siapa kamu ?? berani sekali kamu menasehatiku ?? kamu tak
tahu aku, dan jangan sok menasehatiku !!” ucapku dengan nada sinis menatap
matanya dengan bola mataku yang berkaca-kaca.
“ Jutek sekali kamu, aku hanya menasehati yang baik, jika kamu
tak mau mendengar nasehatku ya sudah” ia pun bersikap cuek lalu beranjak pergi
meninggalkanku.
“ Huuft.. siapa lelaki itu, merusak suasana saja…memang semua
lelaki di dunia ini sama, menyebalkan dan bajingan “ keluhku didalam hati.
***
Esok harinya saat aku baru saja memasuki ruang kerjaku, aku
dikejutkan oleh sesosok makhluk yang paling aku benci di dunia ini, yaitu
lelaki dan anehnya lelaki ini seperti pernah aku jumpai.
“ Hei, mengapa kamu ada disini ?? bukannya kamu yang sok
menasehatiku sewaktu di pemakaman itu ??” tanya ku dengan sinis.
“ Kamu ?? aturannya aku yang bertanya, mengapa kamu disini ??
ini ruang kerja Direktur dan Sekretaris”
“ Aku Sekretaris disini ?? dan kamu ?? kamu siapa ?? dan
mengapa kamu duduk di bangku bosku Ibu Diana ??”
“ Oh, jadi kamu sekretaris kak Diana. Hmm.. kenalkan, aku
JOSHUA OTAY, adiknya Diana dan mulai saat ini aku yang menggantikannya, karena
dia sedang ada tugas di Paris” aku kaget bukan kepalang mendengar penjelasan
dari lelaki bernama Joshua itu, huuft…
semangat kerjaku mulai berkurang, karena aku di pimpin oleh makhluk yang
palingku benci.
“ Oh ya... siapa nama mu ??” tanyanya lagi.
“ Aku Vebby” jawabku lesu tak bersemangat.
“ Oh, hmm… vebby, apa aku ada meeting dengan client siang ini
??” tanyanya padaku.
“ Hmm… tampaknya tidak ada, adanya besok pkl. 13.00 dengan
direktur dari perusahaan China” jawabku
“ Ya sudah kalau begitu nanti siang kamu temani aku makan
siang di café dekat sini”
“ Tapi Pak….”
“ Tak ada tapi-tapi ini perintah dari bosmu”
***
Siang itu dengan amat sangat terpaksa aku makan siang bersama
Joshua, Atasan baruku. Andai dia bukan atasanku tak sudi aku makan siang
bersamanya. Saat kami tengah melahap hidangan makan siang, tiba-tiba keributan
muncul dari 2 sejoli yang berada tak jauh dari meja makan aku dan Joshua,
sepertinya 2 sejoli itu sedang bertengkar, ini untuk yang kesekian kalinya aku
melihat konflik dalam pasangan, aku lihat si cewek menampar wajah cowoknya dan
memaki-maki cowoknya karena selingkuh.
“ Huft…dasar lelaki, bajingan dan tak bisa setia pada satu
hati. Kalau begitu apa gunanya pacaran dan mengapa harus ada pernikahan ??!! hheeuuhhh”
gumamku dengan sangat pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalaku, tanpaku
sadari gumamanku yang pelan ternyata didengar oleh Bosku Joshua.
“ Bicara apa kamu ?? tak semua lelaki sebecat apa yang kamu
fikirkan, misalnya saja aku, aku kan baik hati, tidak sombong dan rajin
menabung” ucapnya memuji dirinya sendiri.
“heeh…kalau saja kamu bukan bosku, tak sudi aku makan
bersamamu, ohya ternyata kamu narsis yah, memuji diri sendiri” jawabku judes
dan cuek karena aku sama sekali tak menganggapnya Bosku.
“ Hehhh.. lancang sekali mulut mu, tapi tak apa, karena aku
rasa kita seumuran jadi kalau di luar kamu boleh berbicara sesuka hatimu,
anggap saja aku teman.”
“ Iiiuuh… ma’af lagi-lagi aku lancang, tapi aku tak sudi
berteman dengan laki-laki”
“ Hah ?? aneh sekali kamu ?? sepertinya kamu begitu membenci
lelaki ?? pasti kamu belum pernah pacaran”
“ Yah, aku belum pernah pacaran, dan aku tak mau pacaran,
apalagi menikah itu hal yang ku benci…”
“Dasar, kamu memang wanita aneh yang baru pertama kali ku
temui… tapi aku yakin jalan pemikiranmu aku berubah jika kau telah bertemu
dengan namanya cinta”
“ What ?? cinta ?? nggak ada cinta didunia ini, cinta itu
buulsshhitt !!!” tegasku padanya, iapun tak menjawab ucapanku, ia hanya
menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, hhufft aku tek mengerti apa arti dari
sikapnya.
***
Hari-hariku trus saja berlalu, meski awalnya aku merasa bad
mood dipimpin oleh Joshua tapi semakin hari aku merasa semakin nyaman
dengannya, apalagi waktu itu tanpa sepengetahuannya aku sempat melihatnya
datang ke panti asuhanku dulu dan bercanda tawa dengan adik-adik dipanti,
setelah aku tanyakan pada Ibu Sri, aku baru tahu kalau ternyata Joshua adalah
seorang Donatur dipanti asuhanku. Joshua juga mampu membuat hari-hariku menjadi
semakin asyik dengan leluconnya diruang kerja yang awalnya aku anggap garing,
tapi kian hari kian menumbuhkan tawa di pipiku. Yah kini aku mulai menyukainya
dan mulai bertemanbaik dengannya dan bagiku hanya dia laki-laki baik didunia
ini.
Hari ini aku dikejutkan dengan kedatangan seorang lelaki
ketempat kost.an ku…
“ Siapa anda ???” tanyaaku melihat sinis kepada seorang lelaki
yang sudah tua renta dan terlihat kumuh.
“ Vebby.. kamu Vebby….???” Tanyanya dengan suara parau.
“ Yah, saya Vebby… anda siapa ??” tanyaku semakin heran.
“ Ini ayah nak…ini ayah… ma’afkan ayah dulu meninggalkan mu
Nak” kata-kata yang keluar dari mulutnya sama sekali tak terfikir olehku.
“ Ayah ?? tidak ! tidak mungkin !!! ayahku telah mati !! aku
tak punya ayah !!!” jeritku membentak lelaki tua itu, lalu ku tutup pintu
kost.anku dengan bantingan yang cukup menggemparkan.
“ Vebby… ma’afkan ayah nak… ayah tahu dulu ayah salah
meninggalkan mu dengan bundamu nak…tapi ayah punya alsan dengan itu semua”
“Pergi kau dari sini !!! kau bukan ayahku,,, aku tak punya
ayah !!!!” jeritku sekencang-kencangnya dari balik pintu menahan derai air
mata. Aku heran lelaki tua itu tak membalas jeritanku, ku intip dari jendela
ternyata ia telah beranjak pergi. “Huuh… sudah jatuh miskin, baru kau temui
aku, dasar laki-laki bajingan !!” keluhku dalam hati.
***
Esok harinya saat aku bersama Joshua pergi kepanti asuhanku
dulu, Ibu Sri bercerita kalau ada lelaki tua
yang meminta alamatku dan karena rasa kasihan ibu Sri memberi alamatku.
Mendengar cerita Ibu Sri aku sangat yakin kalau lelaki yang Ibu Sri maksud
adalah lelaki bajingan itu.
“ Vebby, kamu kenapa melamun ???” tanya Joshua padaku.
“ Hmm..ngak, oh ya Joshua kamu maukan menemaniku sebentar ke
makam bundaku ??” tanyaku melarikan pembicaraan pada Joshua, yah diluarkantor
aku dan Joshua memang sudah akrab seperti teman.
“ Yah..tentu” ucapnya tersenyum manis, aku dan Joshua pun
berpamitan kepada Ibu Sri dan adik-adik di panti asuhan.
***
Saat di makam bunda, lagi-lagi aku bertemu dengan lelaki
bajingan itu, hatikupun semakin kesal emosiku tak dapat dibendung.
“ Ngapain anda di makam bunda saya ?!!” tanyaku sinis
“ Nak…maafkan ayah, ini ayah Nak,, maafkan ayah…” ucap lelaki
bajingan itu menyalami tanganku, namun dengan kasarnya aku melepaskan tangannya,
sama persis seperti ia melepaskan pegangan tangan mungilku dahulu.
“Sebaiknya anda pergi dari sini !!! ayah saya sudah mati !!!
pergi !!!” bentakku dengan penuh emosi, Joshua saja sampai kaget melihat
kemarahanku. Saat lelaki tua itu sudah pergi, aku dan joshuapun berdoa dimakam
bunda.
“ Vebby, sebenarnya siapa lelaki tua tadi ??” tanya Joshua
usai kami memanjatkan do’a.
“ Dia bajingan, sudahlah aku tak mau membahas tentangnya”
“ Jadi dia benar ayahmu ??”
“ Hmm” sahutku dengan berdehemm.
“ Ya ampun Veb, kenapa kamu tega membentak ayahmu seperti itu,
nanti kamu jadi anak durhaka loh”
“ Dia tak pantas di berlakukan dengan baik Joshua, dia
bajingan, dia pergi begitu saja meninggalkan aku bersama bunda, karena wanita
lain dan karena dia juga bundaku meninggal Joshua “
“ Yah…tapi bagaimanapun juga dia tetap ayahmu, Veb”
“ Nggak Joshua… aku sudah tak punya ayah, ayah ku telah
meninggal”
“ Vebby….tuhan saja maha pema’af, apa kamu tak mau memaafkan
ayahmu?? Dia asbab hingga kamu bisa lahir kedunia ini Veb…” Joshua menasehatiku
sambil menatap mataaku sangat lekat.
“ Tapi Joshua…”
“ Sssttt” ia meletakkan jari telunjuknya tepat dibibirku, “ Ma’afkan
lah ayahmu Veb, dengarkan dulu penjelasannya… jangan sampai kamu menjadi anak
durhaka yang menyesal di kemudian hari…. Kamu dapat lihat aku kan ?? aku
laki-laki dan aku bukan bajingan, Veb… jangan mencap seseorang itu jahat
sebelum kamu kenal ia dengan dekat… hmm.. sekarang aku mau tanya, dari mana
kamu tahu ayahmu meninggalkan bundamu karena wanita ??”
“ Dari tetangga…karena aku banyak lihat lelaki itu
meninggalkan kekasihnya karena wanita lain…” sahutku polos.
“ Ya ampun… pendek sekali jalan pikiranmu, hmmm aku berharap
kamu mau mema’afkan ayahmu dan mau mendengar penjelasannya, tak baik ada dendam
antara anak dan orang tua”
Begitu banyak nasihat yang keluar dari mulut Joshua, tetapi
tetap saja rasa benci dihatiku terhadap sosok ayahku tak bisa pudar, aku bukan
Tuhan yang Maha pema’af, aku hanya hambanya yang punya hasrat berbeda. Dan
jujur aku rasa sampaikapanpun hatiku tak bisa memaafkan kesalahan ayahku.
***
Seminggu berlalu, lelaki bajingan itu, selalu saja mengikutiku
dan berusaha menjelskan hal yang menurutku sudah jelas, berkali-kali juga
Jhosua menasehatiku, namun yah… luka yang dibuat lelaki bajingan itu sangat
dalam dan belum mampu aku tutupi.
Sore hari saat aku dan Joshua berjalan di sebuah taman kota,
diseberang jalan besar aku melihat seorang anak kecil yang sedang mengikat tali
sepatunya, dari arah kanan kuliat mobil Truuk melaju dengan kencangnya kearah
anak kecil itu, dengan reflex aku berlari dan mendorong anak itu, hingga saat
itu aku berada tepat beberapa cm dari mobil truuk itu…
“ Aaaaaaaaaaaaaa !!!!” jeritku akan tetapi ada tangan
seseorang yang melemparkan aku hingga aku terperosoh di pinggir jalan besar itu,
saat aku mulai separuh sadar kulihat ditengah jalan telah banyak orang-orang
berkerumun, akupun heran.
“ Kamu nggak kenapa-napakan ??” tanya Joshua memangku kepalaku.
“ Nggak kok… hmmm kenapa banyak orang yang berkerumun disana
??” tanyaku menatap mata Joshua, Joshua terdiam mendengar pertanyaanku, dengan
pelan dan perlahan ia membantuku berdiri dan dengan Joshua menuntunku ketempat
kerumunan orang-orang itu.
“ Astaghfirullah…” sungguh saat itu jantungku seolah berhenti
berdetak, air mataku menetes dengan sendirinya melihat tubuh ayahku terbaring
di tengah jalan dengan bersimbah darah karena menyelamatkanku, ku lihat tangan
kanan ayahku memegang secarik kertas yang sepertinya adalah sebuah surat namun
di pinggir kertas itu telah terkena lumuran darah segar yang trus mengalir dari
bagian kepala ayahku dan juga tangannya yang dicium oleh aspal jalanan.
“ Joshua tolong bawa lelaki ini kerumah sakit” pintaku
memandang Joshua dengan berlinang air mata.
***
Setelah sampai dirumah sakit lelaki bajingan itu langsung di
masukkan keruang UGD karena saat Joshua hendak mengambil surat yang dipegang
ditangannya, nadi ayah masih berdenyut, lelaki bajingan itupun diperiksa oleh
dokter.
Sementara aku dan Joshua menunggu diluar, aku yang sedari tadi
penasaran dengan isi surat yang telah berlumur darah itupun segera membaca isi
surat itu “Dear Vebby, putri ayah tercinta…. Nak, maafkan ayah yang telah
meninggalkanmu dan bundamu waktu itu, jujur saat itu ayah tak punya pilihan
lain nak, waktu itu ayah terjerat kasus korupsi karena fitnah dari rekan kerja
ayah, ayah tak sanggup menceritakan ini padamu dan bunda, ayah juga tak mau
nanti Vebby diejek sama teman-teman Vebby kalau Vebby anak narapidana…maka itu
ayah meninggalkan kalian, selama ini ayah tinggal di penjara nak, Vebby maafkan
ayah yah baru menemuimu saat ini, karena ayah baru saja bebas nak, Vebby...ketahuilah
nak hanya bundamu yang ada dihati ayah, dan hanya dirimulah putri satu-satunya
ayah yang paling ayah cinta… ayah harap Vebby mau memaafkan ayah…maaf kalau cara
ayah waktu itu salah karena hanya cara itu yang terlintas dipikiran ayah nak…Vebby
ayah sangat mencintai dan menyayangimu…ayah minta kau mau memaafkan ayah nak,
kau mau menerima ayah kembali…. Ayah sayang vebby :*” hiks…hiksss….. air mataku
tak henti-hentinya mentes saat membaca kata demi kata yang ada dalam surat itu
meski sedikit buram karena ada lumuran darah dipinggirnya,huufft.. benar kata pepatah kalau penyesalan itu datangnya
belakangan, aku menyesal telah salah menilai ayah, aku menyesal, tuhan tolong
segera sadarkan ayahku, aku ingin meminta ma’af padanya.
Tak berapa lama dokter yang memeriksa ayahku pun keluar, dan
aku bergegas menghapus air mataku dan bertanya pada dokter itu.
“Dok, bagaimana kondisi ayah saya ???” tanyaku tak sabar
menanti jawaban.
“ Ma’af mbak, kami hanya bisa berusaha, namun Tuhan berkata
lain”
“ Maksud dokter ??”
“ Ayah mbak, sudah kembali kesisi Yang Maha Kuasa…”
“ Apa….??? Hikss…hikkss… nggak nggak mungkin…. Ayaahh… ayah
aku Joshua…” aku mulai histeris dan menarik –narik lengan baju Joshua lelaki
yang saat itu berada di sampingku. Joshua hanya terdiam dan mencoba menenangkanku
dengan merangkulku. Dan membimbingku masuk ke ruang UGD.
Tubuhku seolah tak bernyawa karena hanya bisa terdiam mematung
di hadapan tubuh ayah yang terbaring dan telah diselimuti kain putih, kubuka
kain putih yang menutupi wajah ayah “ Ayah…. Bangun yah !! bangun !!! maafin
Vebby ! ” ucapku mengguncang-guncang tubuh ayahku yang tlah tak bernyawa,
kendati ayahku tak kunjung bangun seperti apa yang ku inginkan.
“ Ayah…Maafkan Vebby yang salah menilai ayah… ayah… Vebby juga
sayang banget sama ayah… maafin Vebby karena telah buat ayah begini…maafin
Vebby yah.. ayah…” ucapku lalu memeluk jasad ayahku dan mencium keningnya. Tetesan
airmatakupun mengenai wajah ayahku yang telah pucat tak bernyawa.
Hari itu juga ayahku dimakamkan, dan kerena kebetulan tanah
disebelah makam bundaku kosong, akupun meminta agar ayah dimakamkan disebelah
makam bundaku. Selama proses pemakaman ayah, isak tangis trus mewarnaiku, derai
airmata trus menghias pipiku meski Joshua berusaha menguatkanku dengan selalu menempatkanku diranggkulannya. Kini
aku memang benar-benar tinggal sebatangkara, ayah dan bundaku telah tiada, jujur
aku sangat merasa bersalah kepada ayahku karena telah lebih dari 18 tahun aku
membencinya dan menyebutnya Lelaki bajingan, hmmm… kuharap ayah mendengar permintaan maafku dan mau memaafkanku.
***
3 hari kemudian aku masih saja belum bisa berhenti menyalahkan
diriku tentang ayah, aku hanya bisa melamun di ruang kerjaku.
“Vebby, aku ingin bicara denganmu tentang urusan pribadi, dan
aku minta nanti kamu mau makan siang bersamaku di café dekat sini” ucap Joshua
yang tampaknya ingin membicarakan hal serius.
“ Baik Pak” ucapku dengan lesu.
Siang harinya saat aku makan siang bersama Joshua tiba-tiba
saja Joshua menyentuh tanganku, akupun kaget dan buru-buru melepaskan tanganku
dari tangannya.
“ Vebby….” Joshua menatapku lekat dan mulai menggenggam
tanganku, aku terhanyut dalam tatapan matanya.
“ Vebby, jujur saat pertamakali aku melihatmu, aku sudah
merasakan rasa berbeda denganmu… Vebby, aku tahu ini bukan saat yang tepat
untuk aku membicarakan ini, tapi hatiku trus saja mendesak agar aku
mengutarakan ini padamu…By, apa kamu mau menjadi istriku ??” pertanyaan Joshua
seolah membuat suasana terhenti seketika, aku tak menyangka jika ia memiliki
rasa cinta terhadapku,
“ Tapi Joshua, itu nggak mungkin. Ayahku baru saja meninggal 3
hari lalu, makamnya saja belum kering, bagaimana mungkin kita melangsungkan
pesta pernikahan ??”
“ Aku tak meminta persta pernikahan itu diadakan secepatnya By, aku hanya ingin tahu apa kamu punya rasa yang sama denganku dan apa kamu mau menikah denganku” aku tak mampu mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab kata-kata Joshua, bibirku terasa sangat kelu.
“ Apa kamu takut hubungan kita akan berakhir dengan perceraian
???” tanya Joshua menatapku lagi, dan aku hanya diam.
“ Vebby..aku tak akan lakukan itu, aku benar-benar
mencintaimu, aku yakin kamulah tulang rusukku…” ucapnya memegang tanganku dan
menatap mataku seolah meyakinkan ungkapan hatinya. “hmm..aku tak memaksamu
menjawab sekarang, aku siap menunggu hingga hatimu telah temukan jawaban dari
pertanyaanku” sambungnya lagi dan kini mulai melepaskan tangannya dari tanganku.
“ Aku mau Joshua… I do love you too…” ucapku sambil menarik
tangannya kembali.
“ Sungguhkah ucapanmu tadi ??” tanyanya dengan raut wajah
sangat bahagia.
“ Yah..” akupun tersenyum dalam keraguan, tapi aku berusaha
meyakinkan hatiku kalau ini memanglah yang terbaik. Hari itu juga Joshua dan
aku kemakam ayah dan bundaku, sesekali aku tertawa kecil melihat Joshua
bercerita banyak di batu nisan ayah dan bundaku, ia bercerita seolah-olah saat
itu ia benar-benar sedang berada bersama kedua orang tuaku yang masih hidup. Hufftt … kini meski masih berduka namun
ku tlah temukan kebahagianku. Terimakasih ya Allah kau telah pertemukan aku
dengan Malaikat Cintaku yaitu Joshua Otay bagiku Joshua adalah arti Cinta
dihidupku, ia mukjizat nyata yang mampu mengalihkan duniaku.
= THE END =
Maaf kalo dalam Cerpen ini ada kata-kata yang
menyinggung/salah, Cerita ini hanya FIKTIV dan kerangan belaka kok…. :) dan
kalo EYD serta tanda baca dalam cerpen
ini berantakan,mohon maklum aja yah :D karna fi memang kurang menguasai hal
itu, dan masih perlu banyak-banyak belajar untuk hal itu :)
yg udah baca tinggalin jejaknya yah….jangan jadi pembaca
rahasia yah….. :)
NO EDIT or Copast….hargailah karya anak bangsa dan belajarlah
kreativ… :)
LIKE,KRITIK/SARAN diperlukan.. :)
Follow @26ratifamazari
Dan buat yang mau baca cerpen cerbung fi lainnya bisa JOIN di
http://kumpulancerpenbyfira.blogspot.com/
