Kamis, 17 Mei 2012

SURAT BERLUMUR DARAH DARI AYAH (CERPEN)




Heeiii semuanya !! kembali lagi dengan Short story fi yang kesekian kalinya… :D oyah, short story fi kali ini special banget buat Ka @joshuav30 karena kak otay itu artis yang paliiiiing baiiikk banget, yang selalu ngehargain pemberian otayzer (fansnya)… trus selalu ngeRT + ngeReply fi….hehe #kak otay ntar biaya pujiannya kirim kerekening yah… :D *kidding :D eh eh..tapi ma’ap” nih ya kak, meski story ini special buat kakak tapi pemeran utamanya kak Vebby hihi…. Vpeaceup kak….. ga papa kan kak ?? toh pacar sendiri juga..hahaha :D
Oyah..langsung aja baca ceritanya yaaah… :) happy reading all….makasih looh udah mau meluangkan banyak waktu buat ngebaca tulisan fi niih… :)
.
.
.
.
Senyumku selalu menyungging saat aku melihat anak-anak dipanti asuhan ini saling berebut mainan yang aku berikan, lalu mereka bermain bersama, aku sangat bahagia melihat canda dan tawa yang mereka rasakan. Namun air mataku juga tak dapat ku bendung, karena setiap melihat anak kecil tertawa riang, aku selalu teringat akan sesosok lelaki bajingan yang telah menghancurkan masa kecilku, lelaki itu dahulu sangat kusayang, dia adalah ayahku, saat aku berusia 5 tahun dia meninggalkan aku dan bundaku, itulah awal dari kehancuran masa kecilku, saat itu aku tak mengerti apa-apa, aku hanya bisa menarik jemari tangan lelaki yang ku panggil ayah itu dengan jemari tangan ku yang mungil, “ayah..ayah mau kemana ??? Vebby sayang ayah…” itulah kata-kata yang tak pernah pudar dari ingatanku akan sesosok lelaki bajingan itu, dan bukannya ia memperlakukanku dengan lembut, Ia justru malah melepaskan pegagan tanganku dengan kasar hingga aku terjatuh, aku sangat kaget melihat perubahan sikap ayahku, Ia kenapa ?? sungguh aku tak mengerti dengan sikapnya. Saat itu bunda menggapai tubuh mungilku dan memelukku, bunda tak berkata apa-apa padaku ia hanya bisa menangis sambil memeluk erat tubuh mungilku. Dua tahun masa kecilku berlalu tanpa ayah, sementara bundaku yang depresi karena ditinggalkan ayah 2 tahun silam, trus saja sakit-sakitan hingga usiaku genap 7 tahun bunda pergi kesisi yang maha kuasa, saat itu aku yang masih berusia 7 tahun hanya bisa menangis dan terus saja menangis di makam bunda sambil menyalahkan lelaki bajingan itu, aku yang pernah melihat tetanggaku bertenggar dengan suaminya karena suaminya selingkuh dapat menduga kalau ayah pergi meninggalkan aku dan bundaku karena wanita lain. Aku benci ayah !! aku benci laki-laki !!! teriakku saat itu di makan bunda, dan tiba-tiba saja ada seorang ibu paruh baya memegang pundakku, Ia adalah Ibu Sri pemilik panti asuhan tempat aku berdiri saat ini, beliau telah merawatku hingga aku lulus kuliah. Kini aku telah berusia 24 tahun, aku bekerja sebagai seorang sekretaris di salah satu perusahan terbesar di Jakarta dan aku juga sudah tak tinggal di panti asuhan ini, karena aku memilih tinggal di kontrakan yang tak jauh dari tempat aku bekerja.
“ Nak Vebby, kenapa ?? kok dari tadi Ibu perhatkan melamun ??? trus meneteskan air mata ??” tanya Ibu Sri yang tanpa kusadari telah berada disisi kananku.
“Hmm… Vebby nggak kenapa-napa kok, Bu” aku segera menghapus air mata yang telah membasahi seluruh bagian wajahku. “ Oh ya Bu, Vebby izin pamit yah, mau kemakam Bunda…” sambungku lagi.
“ Oh, ya sudah hati-hati dijalan ya, Nak..” ucap Ibu Sri dengan senyumannya yang begitu lembut.
“ Iyah bu, hmm… adik-adik kak Vebby pulang dulu yah…” pamitku kepada adik-adik kecil yang asyik bermain.
“ Iya Kak, Kak makasih yah bonekanya…” ucap seorang gadis kecil sambil memeluk boneka Barbie dariku.
“ Iyah sayang….Dadaa semua, Assalamu’alaikum” aku pun beranjak pergi dari panti asuhan itu.
Dengan menggunakan motor matic sederhana milikku, aku menuju ketempat pemakaman umum, tempat Bundaku di makamkan 17 tahun yang lalu. Jujur saja setiap kemakam bunda, air mataku tak pernah bisa berhenti menetes, luka masalalu tak pernah bisa ku hapus dari ingatanku, terlebih ingatanku tentang lelaki bajingan yang meinggalkan Bunda hanya karena wanita lain itu.
“ Hiks…hikss… bunda…. Bunda apa kabar ?? Vebby kangen dipeluk sama Bunda” rengekku penuh dengan derai air mata.
“ Heii,,, tak baik meratapi orang yang sudah meninggal, lebih baik kamu berdo’a saja untuknya” tutur seorang lelaki yang berdiri di belakangku, aku tak tahu sejak kapan ia berdiri dibelakangku.
“ Siapa kamu ?? berani sekali kamu menasehatiku ?? kamu tak tahu aku, dan jangan sok menasehatiku !!” ucapku dengan nada sinis menatap matanya dengan bola mataku yang berkaca-kaca.
“ Jutek sekali kamu, aku hanya menasehati yang baik, jika kamu tak mau mendengar nasehatku ya sudah” ia pun bersikap cuek lalu beranjak pergi meninggalkanku.
“ Huuft.. siapa lelaki itu, merusak suasana saja…memang semua lelaki di dunia ini sama, menyebalkan dan bajingan “ keluhku didalam hati.
***
Esok harinya saat aku baru saja memasuki ruang kerjaku, aku dikejutkan oleh sesosok makhluk yang paling aku benci di dunia ini, yaitu lelaki dan anehnya lelaki ini seperti pernah aku jumpai.
“ Hei, mengapa kamu ada disini ?? bukannya kamu yang sok menasehatiku sewaktu di pemakaman itu ??” tanya ku dengan sinis.
“ Kamu ?? aturannya aku yang bertanya, mengapa kamu disini ?? ini ruang kerja Direktur dan Sekretaris”
“ Aku Sekretaris disini ?? dan kamu ?? kamu siapa ?? dan mengapa kamu duduk di bangku bosku Ibu Diana ??”
“ Oh, jadi kamu sekretaris kak Diana. Hmm.. kenalkan, aku JOSHUA OTAY, adiknya Diana dan mulai saat ini aku yang menggantikannya, karena dia sedang ada tugas di Paris” aku kaget bukan kepalang mendengar penjelasan dari lelaki bernama Joshua itu, huuft… semangat kerjaku mulai berkurang, karena aku di pimpin oleh makhluk yang palingku benci.
“ Oh ya... siapa nama mu ??” tanyanya lagi.
“ Aku Vebby” jawabku lesu tak bersemangat.
“ Oh, hmm… vebby, apa aku ada meeting dengan client siang ini ??” tanyanya padaku.
“ Hmm… tampaknya tidak ada, adanya besok pkl. 13.00 dengan direktur dari perusahaan China” jawabku
“ Ya sudah kalau begitu nanti siang kamu temani aku makan siang di café dekat sini”
“ Tapi Pak….”
“ Tak ada tapi-tapi ini perintah dari bosmu”
***
Siang itu dengan amat sangat terpaksa aku makan siang bersama Joshua, Atasan baruku. Andai dia bukan atasanku tak sudi aku makan siang bersamanya. Saat kami tengah melahap hidangan makan siang, tiba-tiba keributan muncul dari 2 sejoli yang berada tak jauh dari meja makan aku dan Joshua, sepertinya 2 sejoli itu sedang bertengkar, ini untuk yang kesekian kalinya aku melihat konflik dalam pasangan, aku lihat si cewek menampar wajah cowoknya dan memaki-maki cowoknya karena selingkuh.
“ Huft…dasar lelaki, bajingan dan tak bisa setia pada satu hati. Kalau begitu apa gunanya pacaran dan mengapa harus ada pernikahan ??!! hheeuuhhh” gumamku dengan sangat pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalaku, tanpaku sadari gumamanku yang pelan ternyata didengar oleh Bosku Joshua.
“ Bicara apa kamu ?? tak semua lelaki sebecat apa yang kamu fikirkan, misalnya saja aku, aku kan baik hati, tidak sombong dan rajin menabung” ucapnya memuji dirinya sendiri.
“heeh…kalau saja kamu bukan bosku, tak sudi aku makan bersamamu, ohya ternyata kamu narsis yah, memuji diri sendiri” jawabku judes dan cuek karena aku sama sekali tak menganggapnya Bosku.
“ Hehhh.. lancang sekali mulut mu, tapi tak apa, karena aku rasa kita seumuran jadi kalau di luar kamu boleh berbicara sesuka hatimu, anggap saja aku teman.”
“ Iiiuuh… ma’af lagi-lagi aku lancang, tapi aku tak sudi berteman dengan laki-laki”
“ Hah ?? aneh sekali kamu ?? sepertinya kamu begitu membenci lelaki ?? pasti kamu belum pernah pacaran”
“ Yah, aku belum pernah pacaran, dan aku tak mau pacaran, apalagi menikah itu hal yang ku benci…”
“Dasar, kamu memang wanita aneh yang baru pertama kali ku temui… tapi aku yakin jalan pemikiranmu aku berubah jika kau telah bertemu dengan namanya cinta”
“ What ?? cinta ?? nggak ada cinta didunia ini, cinta itu buulsshhitt !!!” tegasku padanya, iapun tak menjawab ucapanku, ia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, hhufft aku tek mengerti apa arti dari sikapnya.
***
Hari-hariku trus saja berlalu, meski awalnya aku merasa bad mood dipimpin oleh Joshua tapi semakin hari aku merasa semakin nyaman dengannya, apalagi waktu itu tanpa sepengetahuannya aku sempat melihatnya datang ke panti asuhanku dulu dan bercanda tawa dengan adik-adik dipanti, setelah aku tanyakan pada Ibu Sri, aku baru tahu kalau ternyata Joshua adalah seorang Donatur dipanti asuhanku. Joshua juga mampu membuat hari-hariku menjadi semakin asyik dengan leluconnya diruang kerja yang awalnya aku anggap garing, tapi kian hari kian menumbuhkan tawa di pipiku. Yah kini aku mulai menyukainya dan mulai bertemanbaik dengannya dan bagiku hanya dia laki-laki baik didunia ini.
Hari ini aku dikejutkan dengan kedatangan seorang lelaki ketempat kost.an ku…
“ Siapa anda ???” tanyaaku melihat sinis kepada seorang lelaki yang sudah tua renta dan terlihat kumuh.
“ Vebby.. kamu Vebby….???” Tanyanya dengan suara parau.
“ Yah, saya Vebby… anda siapa ??” tanyaku semakin heran.
“ Ini ayah nak…ini ayah… ma’afkan ayah dulu meninggalkan mu Nak” kata-kata yang keluar dari mulutnya sama sekali tak terfikir olehku.
“ Ayah ?? tidak ! tidak mungkin !!! ayahku telah mati !! aku tak punya ayah !!!” jeritku membentak lelaki tua itu, lalu ku tutup pintu kost.anku dengan bantingan yang cukup menggemparkan.
“ Vebby… ma’afkan ayah nak… ayah tahu dulu ayah salah meninggalkan mu dengan bundamu nak…tapi ayah punya alsan dengan itu semua”
“Pergi kau dari sini !!! kau bukan ayahku,,, aku tak punya ayah !!!!” jeritku sekencang-kencangnya dari balik pintu menahan derai air mata. Aku heran lelaki tua itu tak membalas jeritanku, ku intip dari jendela ternyata ia telah beranjak pergi. “Huuh… sudah jatuh miskin, baru kau temui aku, dasar laki-laki bajingan !!” keluhku dalam hati.
***
Esok harinya saat aku bersama Joshua pergi kepanti asuhanku dulu, Ibu Sri bercerita kalau ada lelaki tua  yang meminta alamatku dan karena rasa kasihan ibu Sri memberi alamatku. Mendengar cerita Ibu Sri aku sangat yakin kalau lelaki yang Ibu Sri maksud adalah lelaki bajingan itu.
“ Vebby, kamu kenapa melamun ???” tanya Joshua padaku.
“ Hmm..ngak, oh ya Joshua kamu maukan menemaniku sebentar ke makam bundaku ??” tanyaku melarikan pembicaraan pada Joshua, yah diluarkantor aku dan Joshua memang sudah akrab seperti teman.
“ Yah..tentu” ucapnya tersenyum manis, aku dan Joshua pun berpamitan kepada Ibu Sri dan adik-adik di panti asuhan.
***
Saat di makam bunda, lagi-lagi aku bertemu dengan lelaki bajingan itu, hatikupun semakin kesal emosiku tak dapat dibendung.
“ Ngapain anda di makam bunda saya ?!!” tanyaku sinis
“ Nak…maafkan ayah, ini ayah Nak,, maafkan ayah…” ucap lelaki bajingan itu menyalami tanganku, namun dengan kasarnya aku melepaskan tangannya, sama persis seperti ia melepaskan pegangan tangan mungilku dahulu.
“Sebaiknya anda pergi dari sini !!! ayah saya sudah mati !!! pergi !!!” bentakku dengan penuh emosi, Joshua saja sampai kaget melihat kemarahanku. Saat lelaki tua itu sudah pergi, aku dan joshuapun berdoa dimakam bunda.
“ Vebby, sebenarnya siapa lelaki tua tadi ??” tanya Joshua usai kami memanjatkan do’a.
“ Dia bajingan, sudahlah aku tak mau membahas tentangnya”
“ Jadi dia benar ayahmu ??”
“ Hmm” sahutku dengan berdehemm.
“ Ya ampun Veb, kenapa kamu tega membentak ayahmu seperti itu, nanti kamu jadi anak durhaka loh”
“ Dia tak pantas di berlakukan dengan baik Joshua, dia bajingan, dia pergi begitu saja meninggalkan aku bersama bunda, karena wanita lain dan karena dia juga bundaku meninggal Joshua “
“ Yah…tapi bagaimanapun juga dia tetap ayahmu, Veb”
“ Nggak Joshua… aku sudah tak punya ayah, ayah ku telah meninggal”
“ Vebby….tuhan saja maha pema’af, apa kamu tak mau memaafkan ayahmu?? Dia asbab hingga kamu bisa lahir kedunia ini Veb…” Joshua menasehatiku sambil menatap mataaku sangat lekat.
“ Tapi Joshua…”
“ Sssttt” ia meletakkan jari telunjuknya tepat dibibirku, “ Ma’afkan lah ayahmu Veb, dengarkan dulu penjelasannya… jangan sampai kamu menjadi anak durhaka yang menyesal di kemudian hari…. Kamu dapat lihat aku kan ?? aku laki-laki dan aku bukan bajingan, Veb… jangan mencap seseorang itu jahat sebelum kamu kenal ia dengan dekat… hmm.. sekarang aku mau tanya, dari mana kamu tahu ayahmu meninggalkan bundamu karena wanita ??”
“ Dari tetangga…karena aku banyak lihat lelaki itu meninggalkan kekasihnya karena wanita lain…” sahutku polos.
“ Ya ampun… pendek sekali jalan pikiranmu, hmmm aku berharap kamu mau mema’afkan ayahmu dan mau mendengar penjelasannya, tak baik ada dendam antara anak dan orang tua”
Begitu banyak nasihat yang keluar dari mulut Joshua, tetapi tetap saja rasa benci dihatiku terhadap sosok ayahku tak bisa pudar, aku bukan Tuhan yang Maha pema’af, aku hanya hambanya yang punya hasrat berbeda. Dan jujur aku rasa sampaikapanpun hatiku tak bisa memaafkan kesalahan ayahku.
***
Seminggu berlalu, lelaki bajingan itu, selalu saja mengikutiku dan berusaha menjelskan hal yang menurutku sudah jelas, berkali-kali juga Jhosua menasehatiku, namun yah… luka yang dibuat lelaki bajingan itu sangat dalam dan belum mampu aku tutupi.
Sore hari saat aku dan Joshua berjalan di sebuah taman kota, diseberang jalan besar aku melihat seorang anak kecil yang sedang mengikat tali sepatunya, dari arah kanan kuliat mobil Truuk melaju dengan kencangnya kearah anak kecil itu, dengan reflex aku berlari dan mendorong anak itu, hingga saat itu aku berada tepat beberapa cm dari mobil truuk itu…
“ Aaaaaaaaaaaaaa !!!!” jeritku akan tetapi ada tangan seseorang yang melemparkan aku hingga aku terperosoh di pinggir jalan besar itu, saat aku mulai separuh sadar kulihat ditengah jalan telah banyak orang-orang berkerumun, akupun heran.
“ Kamu nggak kenapa-napakan ??” tanya Joshua memangku kepalaku.
“ Nggak kok… hmmm kenapa banyak orang yang berkerumun disana ??” tanyaku menatap mata Joshua, Joshua terdiam mendengar pertanyaanku, dengan pelan dan perlahan ia membantuku berdiri dan dengan Joshua menuntunku ketempat kerumunan orang-orang itu.
“ Astaghfirullah…” sungguh saat itu jantungku seolah berhenti berdetak, air mataku menetes dengan sendirinya melihat tubuh ayahku terbaring di tengah jalan dengan bersimbah darah karena menyelamatkanku, ku lihat tangan kanan ayahku memegang secarik kertas yang sepertinya adalah sebuah surat namun di pinggir kertas itu telah terkena lumuran darah segar yang trus mengalir dari bagian kepala ayahku dan juga tangannya yang dicium oleh aspal jalanan.
“ Joshua tolong bawa lelaki ini kerumah sakit” pintaku memandang Joshua dengan berlinang air mata.
***
Setelah sampai dirumah sakit lelaki bajingan itu langsung di masukkan keruang UGD karena saat Joshua hendak mengambil surat yang dipegang ditangannya, nadi ayah masih berdenyut, lelaki bajingan itupun diperiksa oleh dokter.
Sementara aku dan Joshua menunggu diluar, aku yang sedari tadi penasaran dengan isi surat yang telah berlumur darah itupun segera membaca isi surat itu “Dear Vebby, putri ayah tercinta…. Nak, maafkan ayah yang telah meninggalkanmu dan bundamu waktu itu, jujur saat itu ayah tak punya pilihan lain nak, waktu itu ayah terjerat kasus korupsi karena fitnah dari rekan kerja ayah, ayah tak sanggup menceritakan ini padamu dan bunda, ayah juga tak mau nanti Vebby diejek sama teman-teman Vebby kalau Vebby anak narapidana…maka itu ayah meninggalkan kalian, selama ini ayah tinggal di penjara nak, Vebby maafkan ayah yah baru menemuimu saat ini, karena ayah baru saja bebas nak, Vebby...ketahuilah nak hanya bundamu yang ada dihati ayah, dan hanya dirimulah putri satu-satunya ayah yang paling ayah cinta… ayah harap Vebby mau memaafkan ayah…maaf kalau cara ayah waktu itu salah karena hanya cara itu yang terlintas dipikiran ayah nak…Vebby ayah sangat mencintai dan menyayangimu…ayah minta kau mau memaafkan ayah nak, kau mau menerima ayah kembali…. Ayah sayang vebby :*” hiks…hiksss….. air mataku tak henti-hentinya mentes saat membaca kata demi kata yang ada dalam surat itu meski sedikit buram karena ada lumuran darah dipinggirnya,huufft.. benar kata pepatah kalau penyesalan itu datangnya belakangan, aku menyesal telah salah menilai ayah, aku menyesal, tuhan tolong segera sadarkan ayahku, aku ingin meminta ma’af padanya.
Tak berapa lama dokter yang memeriksa ayahku pun keluar, dan aku bergegas menghapus air mataku dan bertanya pada dokter itu.
“Dok, bagaimana kondisi ayah saya ???” tanyaku tak sabar menanti jawaban.
“ Ma’af mbak, kami hanya bisa berusaha, namun Tuhan berkata lain”
“ Maksud dokter ??”
“ Ayah mbak, sudah kembali kesisi Yang Maha Kuasa…”
“ Apa….??? Hikss…hikkss… nggak nggak mungkin…. Ayaahh… ayah aku Joshua…” aku mulai histeris dan menarik –narik lengan baju Joshua lelaki yang saat itu berada di sampingku. Joshua hanya terdiam dan mencoba menenangkanku dengan merangkulku. Dan membimbingku masuk ke ruang UGD.
Tubuhku seolah tak bernyawa karena hanya bisa terdiam mematung di hadapan tubuh ayah yang terbaring dan telah diselimuti kain putih, kubuka kain putih yang menutupi wajah ayah “ Ayah…. Bangun yah !! bangun !!! maafin Vebby ! ” ucapku mengguncang-guncang tubuh ayahku yang tlah tak bernyawa, kendati ayahku tak kunjung bangun seperti apa yang ku inginkan.
“ Ayah…Maafkan Vebby yang salah menilai ayah… ayah… Vebby juga sayang banget sama ayah… maafin Vebby karena telah buat ayah begini…maafin Vebby yah.. ayah…” ucapku lalu memeluk jasad ayahku dan mencium keningnya. Tetesan airmatakupun mengenai wajah ayahku yang telah pucat tak bernyawa.
Hari itu juga ayahku dimakamkan, dan kerena kebetulan tanah disebelah makam bundaku kosong, akupun meminta agar ayah dimakamkan disebelah makam bundaku. Selama proses pemakaman ayah, isak tangis trus mewarnaiku, derai airmata trus menghias pipiku meski Joshua berusaha menguatkanku dengan  selalu menempatkanku diranggkulannya. Kini aku memang benar-benar tinggal sebatangkara, ayah dan bundaku telah tiada, jujur aku sangat merasa bersalah kepada ayahku karena telah lebih dari 18 tahun aku membencinya dan menyebutnya Lelaki bajingan, hmmm… kuharap ayah mendengar permintaan maafku dan mau memaafkanku.
***
3 hari kemudian aku masih saja belum bisa berhenti menyalahkan diriku tentang ayah, aku hanya bisa melamun di ruang kerjaku.
“Vebby, aku ingin bicara denganmu tentang urusan pribadi, dan aku minta nanti kamu mau makan siang bersamaku di café dekat sini” ucap Joshua yang tampaknya ingin membicarakan hal serius.
“ Baik Pak” ucapku dengan lesu.
Siang harinya saat aku makan siang bersama Joshua tiba-tiba saja Joshua menyentuh tanganku, akupun kaget dan buru-buru melepaskan tanganku dari tangannya.
“ Vebby….” Joshua menatapku lekat dan mulai menggenggam tanganku, aku terhanyut dalam tatapan matanya.
“ Vebby, jujur saat pertamakali aku melihatmu, aku sudah merasakan rasa berbeda denganmu… Vebby, aku tahu ini bukan saat yang tepat untuk aku membicarakan ini, tapi hatiku trus saja mendesak agar aku mengutarakan ini padamu…By, apa kamu mau menjadi istriku ??” pertanyaan Joshua seolah membuat suasana terhenti seketika, aku tak menyangka jika ia memiliki rasa cinta terhadapku,
“ Tapi Joshua, itu nggak mungkin. Ayahku baru saja meninggal 3 hari lalu, makamnya saja belum kering, bagaimana mungkin kita melangsungkan pesta pernikahan ??”

“ Aku tak meminta persta pernikahan itu diadakan secepatnya By, aku hanya ingin tahu apa kamu punya rasa yang sama denganku dan apa kamu mau menikah denganku” aku tak mampu mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab kata-kata Joshua, bibirku terasa sangat kelu.
“ Apa kamu takut hubungan kita akan berakhir dengan perceraian ???” tanya Joshua menatapku lagi, dan aku hanya diam.
“ Vebby..aku tak akan lakukan itu, aku benar-benar mencintaimu, aku yakin kamulah tulang rusukku…” ucapnya memegang tanganku dan menatap mataku seolah meyakinkan ungkapan hatinya. “hmm..aku tak memaksamu menjawab sekarang, aku siap menunggu hingga hatimu telah temukan jawaban dari pertanyaanku” sambungnya lagi dan kini mulai melepaskan tangannya dari tanganku.
“ Aku mau Joshua… I do love you too…” ucapku sambil menarik tangannya kembali.
“ Sungguhkah ucapanmu tadi ??” tanyanya dengan raut wajah sangat bahagia.
“ Yah..” akupun tersenyum dalam keraguan, tapi aku berusaha meyakinkan hatiku kalau ini memanglah yang terbaik. Hari itu juga Joshua dan aku kemakam ayah dan bundaku, sesekali aku tertawa kecil melihat Joshua bercerita banyak di batu nisan ayah dan bundaku, ia bercerita seolah-olah saat itu ia benar-benar sedang berada bersama kedua orang tuaku yang masih hidup. Hufftt … kini meski masih berduka namun ku tlah temukan kebahagianku. Terimakasih ya Allah kau telah pertemukan aku dengan Malaikat Cintaku yaitu Joshua Otay bagiku Joshua adalah arti Cinta dihidupku, ia mukjizat nyata yang mampu mengalihkan duniaku.
= THE END =

Maaf kalo dalam Cerpen ini ada kata-kata yang menyinggung/salah, Cerita ini hanya FIKTIV dan kerangan belaka kok…. :) dan kalo EYD serta  tanda baca dalam cerpen ini berantakan,mohon maklum aja yah :D karna fi memang kurang menguasai hal itu, dan masih perlu banyak-banyak belajar untuk hal itu :)

yg udah baca tinggalin jejaknya yah….jangan jadi pembaca rahasia yah….. :)
NO EDIT or Copast….hargailah karya anak bangsa dan belajarlah kreativ… :)
LIKE,KRITIK/SARAN diperlukan.. :)
Follow @26ratifamazari
Dan buat yang mau baca cerpen cerbung fi lainnya bisa JOIN di http://kumpulancerpenbyfira.blogspot.com/

Kamis, 10 Mei 2012

DETIK – DETIK KEMATIAN (CERPEN)

Allahuakbar…Allahuakbar…!!! Kumandang azan itu membangunkan seorang gadis cantik dari mimpinya, “ Alhamdulillah… makasih ya Allah, engkau telah mengizinkan aku hidup hingga hari ini” ucap seorang gadis cantik bernama lengkap DEVIA WINATA itu, dengan lirih sembari mengusap-usap kedua matanya. Ia pun segera bangkit dari tempat tidurnya untuk mengambil air wudhu lalu melaksanakan solat subuh, setelah selesai sholat ia langsung membereskan tempat tidurnya, setelah merasa tempat tidurnya cukup rapi ia pun mandi. 20 menit kemudian ia pun sudah tampak semakin cantik mengenakan seragam putih abu-abu dengan sentuhan jilbab putih menutupi rambutnya yang terlihat sangat tipis. “Semoga hari ini lebih baik dari kemarin” ucapnya tersenyum manis didepan cermin lalu mengambil tas sekolahnya dari atas meja belajar dan turun kelantai bawah.
“ Pagi adikku yang cantik….” Sapa seorang lelaki yang memiliki postur badan yang tinggi,kulit putih dan wajah yang tampan, namanya HANDI MORGAN WINATA ia adalah kakak kandung dari DEVIA WINATA, mereka memang hanya tinggal berdua dirumah yang cukup besar itu, hal itu bukan karena orang tua mereka sibuk bekerja keluar kota maupun keluar negeri, melainkan karena memang kedua orang tua mereka telah berpulang kesisi yang kuasa terlebih dulu, ayah dan ibu mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat saat pulang dari melaksanakan kegiatan umroh, saat itu usia Devia baru menginjak 10 tahun, sementara Morgan sudah berusia 14 tahun.
“ Pagi juga kakak ku yang jelek..hahaha” ledek Devia tertawa riang
“ Idih.. jahat banget sii kamu dek, bilangin kakak mu yang ganteng ini jelek..hihi ya sudah ayo buruan dimakan sarapannya”
“ Sip kak,” Deviapun memakan nasi goreng yang sudah dibuatkan oleh Morgan, saat tengah memakan nasi goreng tiba-tiba saja darah segar keluar dari hidung gadis cantik itu.
“ Dek, hidung kamu berdarah tuh,  kamu ngak kenapa-napa kan ??” tanya morgan dengan raut wajah cukup panic, Deviapun segera mengelap cairan yang keluar dari hidungnya, “ Aku nggak kenapa-napa kok kak, kak berangkat sekarang yuk, ntar aku telat lagi…” Devia berusaha  melarikan pembicaraan.
“ Kamu yakin nggak kenapa-napa ??”
“ Yakin kakak ku sayang, ya udah ayuk…” Deviapun menyeret Morgan ke garasi, dengan sedikit perasaan ragu Morgan mengikuti saja apa mau adiknya itu.
Saat menyetir mobil sesekali Morgan memandang wajah Devia yang terlihat pucat, terbesit rasa khawatir di hati Morgan, namun Devia yang sempat ditanya kembali oleh Morgan akan keadaannya telah berhasil meyakinkan Morgan kalau dirinya baik-baik saja.
***
Suasana kantin sekolah terasa begitu riuh dan ramai saat jam istirahat, disudut kantin tampak dua orang lelaki sedang mengobrol.
“Bis, gue ada tantangan baru lagi nih buat loe !!”
“ Apa ?? asal tawarannya menarik, gue terima kok tantangan loe”
“ Loe liat cewek di meja nomer 7 itu” lelaki itupun menunjuk Devia yang kala itu tengah memakan bakso sendirian di meja nomer 7.
“ Yups..so ??”
“ Gue tantang loe buat jadian sama dia dalam waktu 1 minggu, jika loe berhasil dapetin dia dalam waktu 1 minggu mobil Jazz dan motor Ninja gue jadi milik loe, tapi jika loe gak berhasil dapetin dia… loe harus mengikhlaskan mobil kesayangan loe itu jadi milik gue, gimana ?? deal ??”
“ Haha… deal, gue yakin kok gue bakalan menang secara anak cewek di SMA ini rata-rata udah pernah gue dapetin”
“ It’s oke kalo gitu…”
Lelaki yang dengan yakinnya menerima tantangan itu langsung saja menghampiri devia yang tengah melahap semangkuk bakso.
“ Heii…” sapanya memulai dengan sopan, “Aku boleh duduk disini ngak ??” tanyanya lagi dengan senyuman maut.
“ Boleh, duduk aja” ucap Devia ramah, lelaki itupun duduk disamping kanan Devia.
“ Hmm…kalo boleh tau nama kamu siapa ??” tanyanya lagi
“ Aku devia…kamu ??”
“ Aku Bisma…hmm…aku bolehkan jadi teman kamu ??”
Belum sempat devia menjawab pertanyaan lelaki bernama Bisma itu, muncullah seorang lelaki yang kelihatannya lucu karena memiliki wajah babyface.
“ Sorry yah dev loe jadi makan sendiri disini,” ucap lelaki itu lalu duduk dihadapan Devia dan Bisma.
“ Gak papa, oyah Dick, kenalin ini Bisma…Bisma kenalin ini sahabat aku namanya Dicky”
Dua orang lelaki yang bersama Devia itupun saling berkenalan dan berjabat tangan, Bisma yang merasa sudah tidak nyaman sejak kedatangan Dicky memilih pamit meninggalkan mereka, setelah Bisma pergi Dickypun mulai mengintrogasi Devia .
“ Dev, tadi Bisma nanya apa aja sama loe ??” tanya Dicky antusias.
“ Cuma kenalan aja kok…kenapa hayyoo ??? loe cemburu yah gue deket-deket sama cowok lain ??? hahaha” goda Devia dengan candaan dan gelak tawanya yang khas.
“ Idih…PD banget sii loe, gue tu cuma nggak mau loe itu di apa-apain apa ntu playboy kelas kakap…”
“ What ?? playboy kelas kakap ?? masa sih ?? tapi wajar sii, Bisma kan cakep,kece, dan kayanya baik lagi”
“ Aduh Dev… loe jangan terlalu deket yah sama ntu cwok..dia itu playboy kelas kakap…cewek-cewek di sekolahan kita rata-rata udah pernah dipacari sama dia….dan loe tau apa ?? dia itu pacarin cewek cuma untuk bahan taruhan..”
“ Aduh Dicky sayang..loe ngak boleh ngefitnah orang kaya gitu…ngak baik tau…”
“ Tapi Dev,”
“ Ssttt… udah jangan bicarain orang, oyah Dick, loe sendiri kapan nih punya cewek..hahay….Dicky loe cari cewek gih…atau sahabat baru gitu..biar apa-apa ngak sama gue terus..hihi”
“ Ih, loe kok ngomong gitu ?? loe udah bosen sahabatan sama gue….??”
“ Bukannya gitu..untuk jaga-jaga aja..biar ntar kalo gue udah nggak ada, loe ngak kesepian…”
“Devia… loe kok ngomong gitu sii ?? kaya orang mau mati besok aja….”
“ Hihi..peaceup Dicky….gue kan cuma bercanda.. yaudah kekelas yuk….” Devia adalah sosok anak yang selalu ceria, meski sebenarnya ia kini tengah menderita penyakit yang mematikan, namun ia berusaha menutupi itu semua dengan keceriaannya, Devia dan Dicky bersahabat sudah cukup lama dari sejak ia masih bayi sampai sekarang memakai seragam putih abu-abu.
***
Saat pulang sekolah, Bisma yang sudah menyusun strategi buat mendapatkan devia memulai aksinya, dengan mengajak Devia kerumahnya dengan alasan meminta Devia mengajarinya pelajaran KIMIA, Devia yang memang memiliki sifat suka menolong, terlebih itu dalam hal pelajaran, akhirnya menerima tawaran Bisma, namun sebelum itu ia juga tak mau membuat kakaknya khawatir.
“ Kak, kak Morgan nggak usah jemput Devi yah, Devi mau belajar dulu kerumah teman” itulah penggalan kata-kata yang Devia kirimkan kepada Morgan melalui BBM.
“ Oh ya sudah, nanti pulangnya jangan kesorean yah…” balas Morgan via BBM.
“ Siip kak…” reply Devia…
Saat sampai dirumah Bisma, Bisma langsung mempersilahkan Devia masuk dan duduk diruang tamunya dengan ramah,
“ Dev, kamu mau minum apa ??” tanya Bisma
“ Apa aja deh Bis, “
Setelah Bisma selasai membuatkan minuman untuk Devia, Deviapun mulai mengajari Bisma tentang materi pelajaran yang Bisma keluhkan kepadanya, saat Devia menjelaskan tentang materi itu, bisma malah keasyikan memandangi kecantikan wajah Devia, Devia yang mulai merasakan dirinya dipandangi oleh Bisma langsung berhenti menjelaskan.
“ Bis, kamu mau belajar atau ngeliatin aku sii ??” tanya Devia
“ Mau ngeliatin kamu aja deh…” gombal Bisma dengan senyuman mautnya, sehingga membuat hati Devia cenat-cenut, Deviapun mulai tersenyum kecil,
“ Dev…kamu mimisan yah ??” tanya bisma yang meilhat cairan merah keluar perlahan dari hidung Devia.
“ Hmm…ammm…ia mungkin ini cuma karna kecapean aja kok….” Ucap Devia gelagapan dan buru-buru melap darah yang ada dihidungnya.
“ Bis.. kayanya aku harus pulang sekarang deh, takut kesorean”
“ Oowh ya sudah aku antar yah” Bisma pun langsung bergegas mengantarkan Devia pulang kerumahnya.
***
Malam harinya, ntah kenapa wajah Devia selalu saja membayangi setiap seluk beluk pikiran bisma aduh..kenapa wajah ntu cewek muncul terus sih, kenapa saat bersamanya gue ngerasain ada hal yang berbeda, dan rasa ini ngak pernah gue rasain saat gue bersama cewek-cewek lain..apa gue beneran jatuh cinta sama devia ?? tapi, gue kan baru kenal dia hari ini… ucap bathin bisma saat bisma memandangi langit-langit kamarnya namun yang tampak selalu saja wajah Devia dengan senyumannya yang khas.
Sementara itu dikamar devia, devia juga merasakan hal yang sama dengan hal yang di rasakan bisma, tanpa ia sadari ia selalu tersenyum sendiri saat wajah Bisma melintas difikarannya,
“ Hayyoo…???!!! Lagi ngapain..??!!” Morgan tiba-tiba saja muncul dari balik pintu dan mengagetkan Devia.
“ Kak morgan ??!! kakak kok jahat banget sii?? Ngagetin Devi aja deh….!!”
“ Hihi.. ma’af deh sayang, kamu lagi jatuh cinta yah ???”
“ Idih kakak sotoy deh...siapa yang lagi jatuh cinta..”
“ Hallah.. ngak usah bo’ong deh..buktinya ntuh kamu senyam-senyum sendiri…yakan.. yakan…???” goda Morgan yang semakin membuat Devia tersipu malu.
“ Hihi… iya deh, iya… tapi kak, Devi baru kenal dia hari ini loh, masak sii Devi bisa langsung jatuh cinta ???”
“ Devia sayang… cinta bisa datang kapan aja, dimana aja… dan nggak ada yang nggak mungkin tentang cinta”
“ Cciiee.. kak Morgan sok ngerti cinta deh, tapi sampai skarang nggak punya cewek..hahaha” Devia malah meledek Morgan sambil tertawa ngakak.
“ Adduh…” tiba-tiba saja Devia merasakan rasa sakit dibagian kepalanya, sebenarnya hal ini sudah sering dirasakan oleh devia.
“Dek, kamu ngak papa kan ??” tanya Morgan sambil menyentuh rambut Devia yang tipis itu lalu saat Morgan melepaskan tangannya beberapa helai dari rambut Devia tinggal ditanggannya.
“ Dek, rambut kamu tipis gini karena rontok yah ??” Morgan menjadi semakin bingung.
“ Hmm… ngak kok itu kebetulan aja rontok..kak Devia ngak apa-apa kok, Devi tidur dulu yah…”
“ Ya udah.. mimpi indah yah sayang..” ucap Morgan lalu mencium kening Devia.
“ Kak…” Devia menarik tangan Morgan pelan, Morgan pun memandang Devia lagi.
“ Apa sayank ??” tanya Morgan dengan senyuman lembutnya.
“ Devi sayang banget sama kakak… maksih ya kak, kakak sudah mau jadi kakak yang baik buat Devi…” ucap Devia,
“ Iya sayang..”
***
3 hari berlalu dengan penuh keceriaan, Devia dan Bisma semakin dekat, malam ini Bisma mengajak Devia dinner di salah satu café terkenama di Jakarta.
Suasana dinner yang direncanakan Bisma sangatlah romantis,suasana malam yang penuh kerlap kerlip lampu disana-sini dan juga ditemani lantunan music mellow yang bernuansa cinta. Deviapun terlihat sangat cantik malam itu, memakai gaun muslimah dengan dibaluti kerudung yang memiliki style menarik, yah Devia memang gadis muslimah yang tak pernah terlepas dari kerudungnya.
Setelah selesai makan malam, perlahan Bisma menggenggam tangan Devia, awalnya Devia sempat melepaskan tangannya, namun Bisma berusaha meyakinkan Devia dengan tatapannya yang begitu lekat.
“ Devia winata…aku tahu kita baru dekat 3 hari ini, namun aku begitu mencintaimu...apa kamu mau jadi pacarku??” mendengar ungkapan Bisma itu, Devia langsung kaget, ia tak mampu berkata sepatah katapun, kalau dijawab jujur,Devia memang juga sangat mencintai Bisma, namun Devia tak sanggup menerima Bisma, karena Devia takut manyekiti Bisma, Devia sadar akan penyakit yang telah mnegerogoti sel-sel otaknya, Devia sadar akan umurnya yang mungkin tak berapa lama lagi.
“ Dev, kamu kok diam ?? apa kamu fikir aku nembak kamu karna taruhan ??” tanya Bisma, padahal devia tak pernah berfikir sampai kesitu.
“ Taruhan ?? jadi benar kata Dicky ?? kamu ngedekatin cwek, trus jadian, trus kamu putusin seenaknya karena taruhan ??”
“ Hmm… kalo boleh jujur awal aku deketin kamu memang karena taruhan…” belum sempat Bisma melanjutkan pembicaraannya devia langsung kaget dan melepaskan genggaman tangan Bisma.
“ Tapi Dev, setelah kenal kamu aku merasakan ada rasa yang berbeda…Devia aku benar-benar mencintai kamu…”
aaaww… desah Devia lirih dengan reflex langsung memegang kepalanya.
“ Kamu kenapa ??” tanya Bisma berubah panic, perlahan cairan merah kembali keluar dari hidung Devia, wajah Devia pun kian detik kian pucat.
“ Dev, kamu aku bawa kerumah sakit sekarang yah….”
“ Nggak bis, nggak usah, kamu tolong anterin aku pulang aja yah…” pinta Devia yang saat itu merasakan tubuhnya sangat lemas tak berdaya, Bisma pun segera mengantarkan Devia pulang. Saat sampai di depan rumah Devia, Devia menatap mata Bisma lekat.
“ Bisma…” panggil Devia lirih
“ Iya Dev, kenapa ??” tanya bBisma
“ Hmm… jujur aku.. aku juga sangat mencintai kamu, tapi untuk saat ini ma’af aku ngak bisa terima kamu Bis… Bisma, aku pinta kamu jangan pernah menjadikan wanita sebagai bahan taruhan yah…” kata-kata itu diucapkan Devia dengan sangat pelan dibarengi senyuman manisnya yang begitu khas.
“ Iya Dev, aku janji… dan aku akan tetap nunggu kamu sampai kamu bisa nerima aku….”
“ Jangan tunggu aku Bisma… cari lah yang lain…” ucap Devia lalu memeluk Bisma erat..
“ Maksud kamu ??” tanya Bisma bingung, namun Devia hanya menjawabnya dengan senyuman lalu membuka pitu mobil Bisma dan turun…
***
Di dalam rumah Morgan tampak sedang asyik menonton televisi, Devia pun langsung menghampiri Morgan dan memeluk Morgan erat.
“ Dek, kamu kok tumben meluk kakak ?? hayyoo ?? baru jadian yah tadii ???”
“ Kak… Devia sayang kakak…. Kakak jangan marah sama Devi yah kalau Devi pergi duluan…” ucap Devia pelan.
“ Maksud kamu apa dek ??” tanya Morgan yang sama sekali tak mengerti dengan kata-kata yang menurutnya sangat aneh keluar dari mulut seorang Devia Winata.
Namun lagi-lagi Devia tak menjawab pertanyaan Morgan, ia hanya tersenyum lalu berjalan menuju kamarnya. Morgan pun hanya bingung lalu kembali melanjutkan kegiatannya menonton televisi, tanpa memikirkan kembali apa maksud kata-kata yang diucapkan Devia.
***
Di dalam kamarnya Devia tampak sangat pucat, namun ia menyempatkan diri untuk duduk di atas kursi, sambil menulis di selembar kertas diatas meja belajarnya. Setelah selesai menulis, malam itu juga Devia BBM Dicky.
Devia : ping !!!
Dicky : tumben, nih BBM malam-malam ??
Devia : kangen aja…Dicky, thanks yah udah mau jadi sahabat gue…oyah ma’af niih kalo gue ada salah sama loe..
Dicky : ih, ngomong loe kok aneh gitu siih ?? tapi tenang gue ma’afin loe kok..haha
Devia : thanks yuppi behel…bye bye :*
Dicky : yups.. see you tomorrow.. :*
Setelah BBMan dengan Dicky, Devia merasa tubuhnya sangat lelah, iapun berbaring diatas tempat tidur, Ya Allah, terimakasih buat semua yang udah kau beri padaku, jujur hari ini aku merasa sangat letih, mungkinkah aku akan kau bangunkan esok pagi seperti biasanya ?? ya Allah, kepalaku sudah sangat sakit, aku sudah sangan letih menahan penyakit ini, aku rindu pelukan kedua orang tuaku tuhan, aku ikhlas bila esok kau tak membangunkanku, makasih buat semuanya ya ALLAH… setelah mengucapkan semua kata-kata itu Deviapun membaca do’a sebelum tidur, lalu seperti kebiasaannya, ia juga berzikir hingga ia tertidur lelap.
***
Esok paginya azan kembali berkumandang, namun Devia tak kunjung bangun dari tidurnya, mungkin semalam ia benar-benar lelah hingga tidurnya sangat lelap.
Jam menunjukkan pkl 06.30 wib Morgan merasa sangat heran karena biasanya, adiknya sudah memakan sarapannya jam segini, namun jangankan memakan sarapannya, keluar dari kamarnya pun tidak, akhirnya Morganpun pergi kekamar Devia, saat Morgan membuka pintu kamar Devia, tampak sosok adiknya yang tengah terlelap tidur dengan senyuman yang tetap menghiasi wajahnya.
“ Devi sayang… bangun dek..!! ntar kamu telat kesekolah loh” ucap Morgan sambil menarik selimut Devia, namun Devia tidak memberikan respon apapun,
“Dek..dek… bangun !!” kali ini Morgan mengguncang tubuh Devia pelan, namun Morgan mendapati hal aneh, tubuh Devia terasa sangat dingin, Morgan pun mulai panic,
“ Dek.. dek kamu ngak papakan ?? dek..!!” teriak morgan mulai histeris, saat morgan mencek denyut nadi dan nafas Devia ternyata, “Innalillahi wa innailaihi roji’un” ucap Morgan meneteskan air mata sambil memeluk tubuh Devia erat.
“ Dek, kenapa ?? kenapa kamu tinggalin kakak sendirian ?? kenapa dek… Devia bangun.. Devi ngak boleh pergi.. biar kan kakak aja yang pergi.. Devi bangun Dev !!!” isak tangis pecah dikamar Devia, Morgan sama sekali tak menyangka kalu Devia akan pergi secepat itu, Morgan sama sekali tak menyangka kalau kini ia benar-benar tlah tinggal sebatang kara, dan Morgan baru sadar kalau ternyata kata-kata yang diungkapkan Devia padanya semalam adalah tanda-tanda ia akan pergi, dan Morgan sama sekali tak menyanggka kalau pelukan Devia tadi malam adalah pelukan terakhir dari Devia untuknya.
***
“ Dick, loe liat Devia ngak ???” tanya Bisma saat baru saja sampai disekolah.
Belum sempat Dicky, menjawab pertanyaan Bisma, tiba-tiba saja BB Dicky berdering, tertera bacaan KAK MORGAN CALLING, Dicky pun segera menekan tombol hijau.
Dicky : hallo kak, ada apa nih nelpon pagi-pagi ??
Morgan : Devia dick !! Devia!!
Dicky : Devia kenapa ka ??
Morgan : Devia meninggal dunia Dick..
Dicky : Ha ?? apa ?? ngak, ini ngak mungkin kak, tadi malam Dicky baru aja BBMan dengan Devia..ngak ini ngak mungkin..
Morgan : Dicky, kakak harap kamu datang yah ke pemakaman Devia siang ini
Tet..teett… telphon pun terputus, Dicky benar-benar kaget dan tak menyangka, tangisnya pun pecah, Bisma yang melihat Dicky menangis pun bingung, apa lagi tadi Bisma sempat mendengar nama Devia disebut-sebut.
“Devia kenapa dick ??” tanya bisma ikutan panic bercampur heran.
“Bis.. Devia… Devia meninggal dunia Bis…!!” isak tangis tak mampu dibendung oleh Dicky, Bisma yang mendengar kabar itupun langsung kaget dan ngak percaya.
“ Loe bercanda kan Dick..??” tanya Bisma memastikan
“ Gue serius Bis, sekrang jug ague mau kerumah Devia..” Dicky langsung bergegas ke parkiran,
“ Gue ikut “ ucap Bisma yang sebenarnya masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Dicky, Bisma pun ikut kerumah Devia menggunakan motor Dicky, saat di gerbang sekolah mereka sempat ditahan oleh satpam, namun mereka berdua berusaha menjelaskan kepada satpam, sempat terjadi adu mulut antara mereka dengan satpam selama 30 menit, hingga akhirnya satpam mengizinkan Bisma dan Dicky keluar gerbang sekolah.
Ntah mengapa pagi ini jalan terasa sangat macet sekali, Dickypun sewot sendiri melihat situasi jalanan kota Jakarta yang tak lepas dari macet, setelah setengah jam terjebak macet akhirnya mereka sampai dirumah Devia. Dirumah Devia suasana duka kian terasa, Bisma benar-benar tak menyangka melihat sehelai kain putih terpasang dipagar rumah devia, mereka berduapun segera masuk, suasana cukup ramai, banyak tetangga-tetangga yang datang untuk membacakan surah yasin.
Bisma dan dicky terdiam mematung saat mereka melihat tubuh Devia terbaring dibaluti kain putih, dengan wajahnya yang pucat pasi,
Devia…gue ngak nyangka kalo BBM dari loe tadi malam adalah BBM dari loe yang terakhir, kenapa loe pergi ninggalin gue secepat ini…dan apa ini juga maksud dari kata-kata loe waktu nyuruh gue cari sahabat lain, dev, gue sayang loe, loe sahabat terbaik gue, ngak ada yang lain selain loe dev…selamat jalan sahabat… ucap bathin dicky sambil meneteskan air mata.
Devia…hmmm.. kenapa loe pergi secepat ini ?? kenpa loe ngak ngizinin gue dekat dengan loe lebih lama ?? meski kita baru 3 hari ini kenal, namun loe udah mendapat tempat special dihati gue dev, mungkin ini alasan loe ngak mau nerima gue, devia.. gue janji ngak akan jadi’in cewek bahan taruhan lagi, makasih untuk pelukan pertama sekaligus pelukan terkhir yang loe kasih kegue tadi malam, makasi juga untuk dinnernya…gue sayang loe dev.. ucap bathin Bisma yang kala itu menangis sambil terdiam mematung bersama Dicky.
***
Setelah selesai pemakaman, Bisma mendapat BBM dari Reza, lelaki yang menantangnya 3 hari lalu.
Reza : gue turut berduka yah Bis, hmm.. taruhannya dibatalin aja, gue ngak mau mempertaruhkan orang yang sudah meninggal
Bisma : thanks Za.. :’(
Sementara itu Morgan pulang dengan langkah lemas, suasana rumahnya seketika menjadi sepi, keceriaan seorang Devia Winata kini telah hilang. Morgan pun pergi kekamar devia, dikamar Devia, Morgan sedikit tersenyum karena dapat melihat kembali keceriaan Devia, namun senyuman itu tetap saja menjadi tangis, karena semua keceriaan yang dilihat Morgan kini hanya sebuah ilusi.
Tak sengaja Morgan melihat secarik kertas putih diatas meja belajar Devia, Morganpun langsung mengambil kertas itu dan membacanya.
“Ya Allah… terimakasih engkau telah mengizinkan aku menikmati dunia ini, terimakasih engkau telah memberikan seorang kakak yang begitu menyayangiku, terimakasih engkau telah memberikan sahabat yang begitu setia padaku, dan terimakasih engkau telah mengizin kan aku mengenal Bisma di detik-detik terakhir hidupku, kak Morgan, ma’af yah aku sudah menutupi penyakitku sama kakak, sebenarnya aku menderita kanker otak kak, aku merahasiakannya agar kakak ngak sedih dan khawatir, kakak jangan sedih ya kak, ma’af kalo aku duluan menyusul mama dan papa…kakak tenang aja aku akan sampaikan salam kangen kakak ke mama dan papa, oyah kak kalau kakak masak nasi goreng kadar garamnya dikurangin yah, soalnya selama ini nasi goreng kakak keasinan..hihi tapi tetap enak kok kak… Devia sayang kakak, Devia akan selalu ada dihati kakak….hmm biar kakak ngak kesepian ntar Devi juga akan minta tuhan ngirimin bidadari cantiknya untuk nemenin kakak… LOVE YOU KAK… :* LOVE YOU DICKY.. LOVE  YOU BISMA…. :* “ membaca isi tulisan yang ada di kertas itu Morganpun tersenyum haru sambil meneteskan air mata.
“ Kakak juga sayang kamu…makasih selama ini kamu udah mau makan nasi goreng kakak yang asin, kakak akan berusaha buat nasi goreng yang ngak asin…. Love you dek…. :*”
== THE END ==
Maaf kalo dalam Cerpen ini ada kata-kata yang menyinggung/salah, Cerita ini hanya FIKTIV dan kerangan belaka kok…. :) dan kalo EYD serta  tanda baca dalam cerpen ini berantakan,mohon maklum aja yah :D karna fi memang kurang menguasai hal itu, dan masih perlu banyak-banyak belajar untuk hal itu :)

yg udah baca tinggalin jejaknya yah….jangan jadi pembaca rahasia yah….. :)
NO EDIT or Copast….hargailah karya anak bangsa dan belajarlah kreativ… :)
LIKE,KRITIK/SARAN diperlukan.. :)
Follow @26ratifamazari
Dan buat yang mau baca cerpen cerbung fi lainnya bisa JOIN di http://kumpulancerpenbyfira.blogspot.com/