Writing is
My Life
Hei hei hei
semuanya.. :) Cerpen yang kali ini fi buat terinspirasi dari seorang teman yang
mengatakan fi memiliki sedikit kemiripan yang bagi fi mungkin itu hanya
kebetulan aja dengan seorang Penulis Short story bernama Natsya Muthia mungkin
diantara kalian ada yang mengenalnya, Ia kerab disapa Chaca namun sejak Akhir
tahun 2011 ia menghilang meninggalkan sebuah cerbung yang belum terselesaikan
dan di awal tahun 2012 ini dia dikabarkan telah meninggal dunia dikarenakan
penyakit typus… sebelumnya fi berharap kalian semua mau mendo’akannya agar ia
tenang dialam sana..AMIN :)
Oyah meski
ini terinspirasi dari Bisa dibilang kisah nyatalah, tapi INGAT KEBANYAKAN DARI
CERITA DALAM CERPEN INI HANYA FIKTIV DAN KARANGAN BELAKA ….
Okehh
langsung ajj baca Cerpennya yah.. :’) makasih udah mau meluangkan waktu untuk
membaca cerita ini.. :)
.
.
.
.
.
.
Hei semuanya
kenalin namaku Elfira, aku biasa disapa Fira atau kalian juga boleh memanggilku
Fi tanpa aja dan tanpa doang yah..hihi..
Aku hobby banget sama yang namanya menulis cerita pendek maupun cerita
bersambung, hmm awal aku menulis
mungkin sekitar tahun 2009, waktu itu aku masih duduk dibanggku SMP memakai
seragam putih-biru, itupun aku menulis hanya sekedar sebagai tugas ekskul
kesastraan di SMPku, dan sejak aku sudah mulai mengenakan seragam putih_abu-abu
hobby menulisku kian ku gemari, bahkan rasanya aku sakau kalau aku tidak
memiliki inspirasi untuk ku tulis, hehe
mungkin sedikit lebay yah perumpamaannya ?? hihi…
Eh udah dulu yah perkenalannya aku mau berangkat kuliah dulu nih….
“Fira !!
dicky udah nungguin tuh dibawah !!!” himbau mamahku sedikit berteriak, akupun
bergegas mengambil tasku diatas meja belajar dan turun kelantai bawah
“Kamu lama
amat siih …” keluh dicky dengan wajah manyun, tetapi aku hanya tertawa melihat
wajahnya, karena semakin dia manyun semakin lucu,, haha… oh yah Dicky itu pacar
tercinta aku loh, aku udah pacaran sama dia sejak kami duduk dibangku kelas 2
SMA sampai saat ini, aku udah mulai kuliah meski baru semester satu, hehe… eh ya lupa, meski aku hobby menulis
dan memiliki cita-cita kecil dengan hobbyku yaitu menjadi penulis terkenal,
tapi aku ngak ngambil kuliah kesastraan karena aku juga punya cita-cita yang
aku impikan sejak kecil yaitu menjadi seorang guru matematika..haha bertolak
belakang banget yah dengan hobby ku ? tapi bagiku tak menjadi masalah selagi
aku bisa membagi waktu dengan baik dan benar..hihi
“Ya sabar atuh
Mr.Yuppi..hehe manyun lagi donk..” goda ku padanya
“Idih..kok
malah disuruh manyun…??”
“Abis lucu siih…unyu-unyu
gimana gitu..hahhaa” ledekku tertawa geli melihat dicky, “ Ya udah ayuk atuh
kita kekampus ntar telat lagi, kan Fi ada Test pagi ini sama dosen killer”
sambungku mengajaknya pergi
“ Mah..Pah
fira berangkat kekampus dulu yah…” pamitku cipika-cipiki dengan kedua
orangtuaku lalu menggandeng dicky pergi
“Kamu ngak
sarapan dulu sayank ???” tanya mamahku yang sedang mengoles roti dimeja makan
“Ntar aja
deh mah di kampus, Fi ada test pagi nih”
“Oowh, ya
sudah hati-hati yah, Dicky bawa motornya jangan ngebut-ngebut yah” pesan
mamahku melirik Dicky
“Siap mah
!!” sahut Dicky sok akrab dengan mamahku
“Eh, sejak
kapan kamu manggil mamah aku ‘ma’ ??” tanyaku heran, karena seakrab-akrabnya Dicky
dengan kedua orang tuaku dia tak pernah mamanggil mamahku ma ??
“Ya sejak
sekarang donk sayang, kan harus dibiasakan sama calon mertua… iya ngak
tante..eh ma ??hihi” ucapnya cengengesan
“ Iya-iya ya
sudah buruan gih katanya ada kelas pagi.. ??” ucap papahku tertawa melihat
tingkah Dicky
“Oowh iya
lupa…..ya udah ayok yuppi” Akupun menyeret Mr.Yuppi yang hobby banget makan
yuppi itu..
***
Sesampainya dikampus,
Dickypun pergi. Yah Dicky memang tak sejurusan dengan ku dia mengambil jurusan
yang sesuai dengan hobbynya yaitu musikalisasi. Akupun yang pagi ini ada test
dengan dosen killer, buru-buru menelusuri koridor kampus, namun ternyata dosen
killer itu tak hadir dengan alasan sakit, huft aku yang bete dan Dicky pun
sudah terlanjur meninggalkanku, akhirnya aku nongkrong di perpustakaan kampus
untuk sekedar melihat-lihat atau memantau kembali tulisan-tulisan yang akan aku
serahkan ke penerbit buku besok sambil memakan sepotong roti, Memang benarku menggilaimu tapi bukan brarti
kau bisa permainkan hatiku Beberapa menit kemudian BBku berbunyi kulihat
tertera bacaan IBU. ELLENA CALLING, ibu Ellena adalah manager dari salah satu
perusahaan penerbit buku yang sempat ingin kutemui beberapa minggu lalu, namun
karena waktu itu beliau sibuk, akhirnya aku hanya disuruh meninggalkan Nomer
handphoneku dan aku juga diberikan nomer Handphone beliau, ku tekan tombol
hijau lalu aku pun memulai pembicaraan dengannya, setelah berbicara banyak
dengan Ibu Ellena, ia mengajakku meeting untuk melihat tulisan karyaku, tanpa
berfikir panjang aku langsung mengiyakan permintaannya dan berharap ini adalah
langkah awal dari kesuksesanku.
***
Esok harinya
aku yang tak ada jam dikampus meminta Dicky mengantarkanku ke Bober café, tempat
yang sudah ditentukan oleh Ibu Ellena untuk meeting denganku, Dicky yang memang
selalu setia mengantarkanku kemana saja menuruti permintaanku.
Saat sampai
di bober café aku tiba-tiba merasa gugup sekali,
“Aduh
sayang, kamu jangan gugup gitu atuh,,
bayangin aja wajah akang yang kasep ini, pasti gugupnya hilang” hibur Dicky
“Aahh..akang
behel mah bisa aja, yaudah atuh eneng gelish masuk dulu yah, akang do’ain eneng
yah biar eneng sukses dan tulisannya di terima penerbit”
“Siip atuh
neng, apa sii yang ngek buat eneng..hehe bay the way kok kita jadi ngomong
sunda gini yah ??”
“Haha…akang
duluan yang mulai..udah ah eneng masuk dulu, akang do’ain yah…” pintaku manja
sambil tersenyum gugup
“Iya sayang
do’aku selalu menyertaimu.. azzekk” ucap dicky mulai cengengesan
Akhirnya
dengan langkah pasti aku masuk ke café itu, kutelusuri dan kulirik satu demi
satu meja hingga ku lihat meja bernomer 7 dan ternyata sudah terduduk seorang
wanita paruh baya yang masih terlihat muda, yah dia adalah Ibu Ellena
“Siang, Ibu
Ellena, ma’af saya telat” ucap ku gugup, namun tak sepatah katapun keluar dari
bibirnya ia hanya terdiam sambil memandangiku dari ujung kaki sampai ujung
rabut
“Ibu Ellena
??” sapaku lagi untuk yang kedua kalinya dan langsung membuyarkan lamunannya
“ Emm..amm..iya”
sahutnya masih terperangah melihatku
“Apa ada
yang salah dengan saya bu??” tanyaku keheranan
“Hmm..emm..ngak-ngak
ada yang salah kok, kamu yang namanya Elfira yah ??” tanyanya yang masih
terlihat bingung
”Iya bu,
saya elfira,” jawabku tersenyum
“Kamu….??
Kamu ada hubungan kekeluargaan yah dengan Natasya ??” pertanyaannya membuatku
bingung, karena jangan kan ada hubungan kekeluargaan nama yang disebutkan ibu
itupun aku tak kenal.
“ Natasya ??
aduh saya ngak kenal tu buk, emang ada apa yah ??” tanyaku lagi
“ Ngak ada
apa-apa sih, tapi melihat sosok kamu, saya jadi teringat dengannya.”
“Oowh,
memangnya natasya itu siapa bu ??”
“Dia itu
seorang penulis yang berbakat juga, namun sayang dia telah meninggal dunia”
“Apa ??
meninggal bu ?? kok bisa ?? kenapa ??” berbagai pertanyaan langsungku lontarkan
tanpa koma dan spasi, tapi tetap masih menggunakan tanda tanya..hihi
“Kematiannya
dikarenakan tragedy kecelakaan maut dijalan Melati 6 bulan lalu, dan 6 bulan
lalu juga novelnya telah diterbitkan namun sayang dia meninggal seminggu
sebelum novelnya diterbitkan” jelas ibu itu yang entah kenapa menggoyahkan
bathinku, entah kenapa juga, meski aku tak pernah bertemu dengannya, bahkan tak
tahu wajahnya hatiku merasa dekat dengannya dan entah angin dari mana pula yang
menyebabkan air mataku menetes begitu saja
“Oowh,hmmm
oyah bu, ini file tulisan saya, saya harap ibu dapat menerbitkan cerita saya
ini” ku usap air mataku lalu Ku alihkan pembicaraan karena jujur, tak tahu
mengapa hatiku berduka dan ada hawa lain yang merasuk dalam diriku ini saat aku
tahu berita tentangnya.
“Hmm, baik
akan saya cek hasil tulisan kamu dan saya akan kabarkan kamu mungkin lusa”
jawab ibu itu.
“Oh ya bu,
kalau gitu terimakasih banyak ya bu, terimakasih banyak” ucapku reflex sambil
memegang tangan kanan ibu itu dengan kedua tanganku, lagi-lagi ibu itu
terperangah melihat sikap ku.
“Astaga…”
desis ibu itu sambil melepaskan tangannya dari pegangan tanganku
“ Ibu ?? ibu
kenapa ???” tanyaku heran
“Tindakan
yang kamu lakuin…?!! Tindakan yang kamu lakuin, genggaman tangan kamu, sama
persis dengan natasya sewaktu saya menerima file tulisannya” ucap ibu itu
mengagetkanku
Kali ini aku
sangat merasakan hawa berbeda di tubuhku,
ntah mengapa aku merinding sendiri dan ntah mengapa pula terlintas difikiranku
kalau aku memiliki kesamaan dengannya?? Apa mungkin aku mati dengan cara yang
sama dengannya ?? hmm…entahlah..
***
Setelah meeting
dengan Ibu Ellena aku yang masih merinding disco karena ucapan-ucapannya segera
menelpon Dicky.
“Dicky …!!
Sayang kamu buruan kesini yah… cepet !!” pinta ku manja lalu mematikan
telphonenya begitu saja.
“Sayang…kamu
kenapa ?? kamu ngak kenapa-napa kan ??” tanya Dicky yang menghampiriku panic,
namun bukannya aku menjawab pertanyaannya aku justru malah memeluknya erat dan
sangat erat.
“Kamu kenapa
??” tanya Dicky bingung dalam pelukanku.
“Aku
takut..aku takut dicky…aku takut…!!” desahku manja dalam pelukannya dan jujur
tanpa aku sadari saat itu mata semua pengunjung café tlah tertuju pada aku dan
Dicky.
“Kamu takut
kenapa ?? cerita kamu di tolak ??” tanyanya memegang kedua pundakku dan
melepaskan pelukanku, lalu menatapku lekat.
“Aku
takut…..” hanya kata itu yang mampu ku ucapkan dalam hangatnya pelukan seorang
dicky si Mr.Yuppi .
“Iya-iya
tapi kamu takut apa ???” tanya Dicky makin panic saat pelukanku semakin erat.
“Aku mau
pulang…!!” rengekku yang kali ini melepaskan pelukan Dicky dan berjalan
mendahului Dicky.
“Kamu kenapa
si sayang ??” tanyanya lagi saat kami diatas motor, namun aku tak menjawab
pertanyaannya karena suaraku telah habis termakan tangis, selain itu aku juga
tak tahu mengapa aku bisa mengis sehisteris itu, bahkan aku tak mengerti apa
yang hatiku tengah takuti, yang pasti hati ini terasa berbeda dan hanya ingin
menangis.
Sesampainya
di rumahku, aku turun begitu saja dari motor dicky, “Sayang kamu ngak
kenapa-napa kan ??” tanyanya pelan, aku hanya menggelengkan kepalaku lalu
berjalan masuk kerumah.
***
Ntah kenapa
sejak mendengar kabar tentang Nastasya sosok seseorang yang sama sekali tak ku
kenal, hatiku merasakan ada hal yang aneh, hingga terlintas difikiranku tentang
INTERNET, yah aku yakin nama Natasya pasti ada di internet secara dia adalah
penulis novel, yah meski hanya 1 novel yang baru diterbitkannya paling tidak
itu dapat melambungkan namanya, terlebih dia adalah korban kecelakaan maut di
jalan Melati.
Ternyata
betul tebakanku tak perlu waktu lama aku mendapatkan data tentangnya, di media
jejaring social dia memiliki banyak penggemar pembaca setia tulisan-tulisan
karyanya, namun aku menemukan hal yang miris disana, ternyata selain ia
meninggal seminggu sebelum novelnya diterbitkan, ia juga meninggal dengan
menyisihkan sebuah Cerita bersambung yang belum terseleikan, lalu siapa
gerangan yang akan melanjutkan ceritanya itu ?? jalan pemikiran seorang penulis
tak dapat ditebak dengan mudah, sebenarnya aku penasaran dengan ending cerita
bersambungnya itu, aku penasaran hal apa yang akan ia ungkap di ending
ceritanya itu, namun yah rasa penasaranku dan beribu para pembaca cerbung
setianyapun harus dikubur dalam, karena dia telah tiada.
Lagi-lagi
terlintas difikiranku, andai aku jadi dia, andai aku meninggal meninggalkan
sebuah cerbung yang belum aku selesaikan, andai aku meninggal seminggu sebelum
penerbitan novel pertamaku..ahh, ntah lah tiba-tiba setiap hal-hal aneh itu
terlintas difikiranku ada hawa aneh dan berbeda yang kurasakan, apa mungkin dia
? ah tak mungkin itu, karena dia telah tenang disana.
Belum puas
mengetahui tentang siapa Natasya itu sebenarnya dan asal usul kematiannya, akupun
mengotak atik komputerku mengetik namanya dan kejadian tragedi kecelakaan maut
itu, dari situ ku dapati info kalau dia meninggal dunia tepat dihari anniv.nya
dengan pacarnya, dihari itu mereka berniat merayakan hari anniv.nya disebuah
café ternama di jalan Melati, namun diduga karena mereka asik bercanda tawa
didalam mobil jadi pacarnya yang mengemudi tidak melihat ada Sebuah truk Puso
besar di hadapan mereka, sehingga saat ingin mengelak tak sengaja mereka menabrak
pohon besar, dan Natasya saat itu juga meninggal dunia, namun pacarnya masih
dapat diselamatkan meski mendapati luka yang cukup serius. Entah kenapa setelah
membaca info itu, aku takut hal yang sama terjdi pada aku dan Dicky, aku takut,
dan aku memutuskan untuk tidak melewati jalan melati itu meski aku sadar sebelum
membaca info itu aku dan Dicky selalu lewat jalan melati karena jalan itulah
jalan terdekat menuju kampusku.
Pagi ini Dicky
yang selalu mengantarku pergi ke kampus, kumintai untuk tidak melewati jalan
melati, “Kamu kenapa sih ? gak mau lewat jalan melati ??” tanyanya padaku
“Aku ngak
mau… aku takut…”
“Kamu dari
kemarin takut terus katanya,, apa sih yang kamu takutin sayang ???”
“Aku takut
mati Dicky…..” mendengar ucapanku Dicky yang reflek karena kaget langsung
mengerem mendadak motornya sehingga daguku mengenai pundaknya
“Aduuh”
desahnya yang mungkin merasa sakit karena terkena dagu ku
“Sorry..
lagian kamu kok ngerem mendadak sii ??” tanyaku ketus sambil turun dari
motornya
“Yah kamunya
ngomong gitu….kamu kok bisa ngomong gitu sii ??” tanya Dicky penatap mataku
“Dicky..aku
takut mati….hmm…kemarin saat aku meeting ama Ibu Ellena dia bilang aku mirip
ama salah seorang penulis namun penulis itu sudah meninggal dunia” jawab ku
lirih
“Lah trus
apa yang kamu takutin sayang ??”
“Aku takut,
jika aku punya kesamaan dengannya aku akan mati dengan cara yang sama
dengannya, aku ngak mau mati sebelum novel pertama aku terbit Dick, aku juga
ngak mau mati meninggalkan cerita bersambung yang belum ending” jelasku panjang
lebar sambil meneteskan air mata
“Sayang…
kamu kok bisa sii berfikiran konyol kayak gitu, mirip itu palingan Cuma
kebetulan aja kok… kamu jangan berfikiran konyol gitu donk,,,pokoknya sekarang
kita lewat jalan melati, karena aku yakin ngak akan terjadi apa-apa dengan
kita, kalau soal mati itu takdir tuhan sayang”
“Tapi….”
“Ssstttt..gak
ada tapi-tapi ayo naik, ntar kita telat ke kampusnya” ucap Dicky tegas dengan
sedikit tersenyum, yah dengan kata-kata dicky tadi jujur saja rasa takutku
sedikit terobati, dan mungkin benar kata dicky kalau apa yang aku bayangkan itu
hanya sebuah fikiran konyol yang harus disingkirkan. Namun tetep saja rasa
takut masih membayangiku meski rasa itu sudah mulai mengecil, tapi huufft aku
lega sekarang bisa sampai kampus melewati jalan melati tanpa kecelakaan… :)
***
Oyah hari
ini adalah hari anniv.nya aku dengan dicky yang ke-2 tahun loh, aku bahagia
sekali apalagi kemarin aku sudah mendapatkan kado indah, yaitu Novelku akan
segera diterbitkan 1 minggu lagi…hufft senengnya.
Tttiiiiitt
tttiiiitttt terdengar suara clakson mobil dari luar, akupun membuka pintu rumah
dan ternyata sudah ada Dicky diluar.
“Dicky ??
kamu kok tumben bawa mobil ?? motor kamu mana ??” tanyaku heran
“Motor aku
di bengkel sayang, oyah sekarang kita jadikan ke Bober Café ??” tanyanya sambil
tersenyum
“Jadi
donk..tapi tunggu yah aku belum siap-siap niih, kamu masuk aja dulu” ajakku
menyuruh Dicky masuk.
15 menit
kemudian akupun muncul kembali dihadapan dicky dengan memakai Drass selutut
berwarna putih dengan hiasan pita hitam yang lucu serta mengenakan high heels
hitam yang tidak terlalu tinggi.
“Waah… udah
cantik nih My princess..” ucap Dicky terpesona melihatku
“Aahh..kamu
bisa aja deh.. yaudah yuk…”
Saat aku
mulai masuk kedalam mobil Dicky, lagi-lagi hawa aneh dan berbeda kembali dapat
kurasakan dan angin seolah berhembus hanya dipipiku fikirankupun kembali
terbayang-bayangi dengan kejadian tragedy kecelakaan dijalan melati itu,tapi
kenapa aku harus takut ?? Bober café kan ngak terletak dijalan melati ??
fikirku lagi..
“Kamu kok
bengong ??” tanya Dicky yang ternyata sedari tadi memperhatikan aku melamun
“Ha ?!
ngak.. aku ngak papa kok, ya udah ayo jalan” ucapku sedikit gelagapan
Dickypun mulai
menyetir mobilnya diawali dengan kecepatan standart lalu semakin lama semakin
kencang, didalam mobil, Dicky yang mungkin merasakan kegelisahan hatiku mencoba
menghiburku dengan lelucon-lelucon lucu miliknya yang tergadang membuat perutku
geli..
“Aah..uda ah
Dick, kamu focus tuh nyetirnya..” ucapku
“Fi kamu tau
ngak aku itu ngak bisa focus nyetir mobil, karena aku Cuma bisa focus pada satu
hal yaitu kamu” gombal dicky sambil sesekali mengacak-acak rambutku
“DICKY AWWWAAASSSS !!!!!!” jeritku yang saat itu melihat Truk puso besar baru saja muncul dari tikungan, Dicky pun langsung membanting stirnya hingga mobil yang kami tumpangi menabrak sebuah pohon besar.
“Aawww…”
ucapku separuh sadar sambil memegangi keningku yang sudah mengeluarkan darah
segar, kulirik kerah dicky yang kepalanya tergeletak diatas stang mobil
“Dicky…sayang…sayang
kamu ngak papa kan ??” ucapku dengan tenaga seadanya menegakkan kepala Dicky
yang sudah berlumuran darah, namun Dicky tak kunjung sadar
“Apa mungkin
kisah Natasya terjadi padaku ?? ini hari anniv.ku dan hari ini tepat seminggu
sebelum novelku diterbitkan, tapi ??kenapa dicky yang mati ??? kan aturannya
aku dan inikan bukan jalan melati ??” ucapku berbicara sendiri dengan pelan
“Iih..jahat
kamu fikir aku udah mati ??” tiba-tiba saja dicky sadarkan diri
“Dicky ??
kamu ngak apa-apakan ??” tanyaku panic
“Aku ngak
papa sayang….aku mau kejadian ini jadi pelajaran buat kamu”
“Maksud kamu
??”
“Sayang…kecelakaan
itu dapat terjadi dimana saja,kapan saja,dan menimpa siapa saja. Kemiripan itu
hal wajar dan mungkin saja hanya sebuah kebetulan. Dan kematian itu kuasa tuhan
tak ada yang dapat mengelak dari situ” tutur Dicky dewasa banget
“Iih..dapat
dari mana tuh kata-kata ?? tumben dewasa banget ???” godaku pada Dicky, dan
entah kenapa meski kening kami masing-masing mengeluarkan darah segar namun
karena kebersamaan dan cinta jadi ngak kerasa sakit deh..hihi#rada lebay
“Abis
kejedot stang makanya jadi dewasa..hahay…” gelak tawa Dicky menepis musibah
yang menimba kami karena benar kata Dicky, dari musibah ini aku dapat mendapat
banyak pelajaran
***
Seminggu
kemudian aku menggelar acara syukuran dirumahku, karena novel pertamaku telah
diterbitkan dan tanpa sepengetahuanku diacara syukuran itu dicky memberiku
sebuah kado yang tak lain adalah novel karyaku sendiri, namun hal yang
membahagiakan untukku adalah tulisan yang dibuat dicky dibelakang buku itu,
tulisannya kaya gini “Meski aku punya
pacar seorang calon guru matematika sekaligus penulis novel terkenal, namun aku
berharap kisah cinta kita tak serumit matematika dan tak seperti novel yang
memiliki ending…LOVE YOU FIRA SAYANG.. :*” haha aku tertawa membaca tulisan
itu, ntah dari mana ia dapat isnpirasi menulis kata-kata itu, karena selama ini,
aku mengenal dicky bukanlah sosok pria penggombal yang romantis. Haha
Malam
harinya aku melihat sebuah cahaya putih yang begitu bersih disebuah lorong yang
tak pernah aku jumpai selama ini, dan tiba-tiba saja aku melihat sesosok wanita
cantik seusiaku mengenakan gaun putih yang panjang muncul dari balik cahaya itu,
wanita itu tersenyum melihatku yang tengah kebingungan.
“Kamu siapa
??” tanyaku heran, wanita itu hanya tersenyum lalu berkata “kamu hebat….jangan
mudah puas dengan apa yang telah kamu raih, truslah menulis sahabat, aku
menunggu karya-karyamu yang lain meski hidup bukan untuk menulis tapi
jadikanlah menulis bagian dari hidupmu yah…”
Aku heran
mendengar kata-kata wanita itu, sebenarnya siapa dia dan apa maksud dari kata-katanya
?? tak sengaja aku tersentak dari tidurku, fikirankupun terbang ke Natasya yah
mungkin wanita itu Natasya..fikirku…
“Sahabat….meski
aku tak pernah berjumpa dengan mu selama kau hidup, meski aku mengenalmu
setelah kau tiada, tapi hatiku tak dapat pungkiri rasa kedekatan kita, aku
menyayangimu seperti sahabatku sendiri…dan insyaallah selama allah masih
mengizinkan, aku akan tetap menulis…WRITING IS MY LIFE” ucapku tersenyum haru
sambil meneteskan air mata.
== THE END
==
Maaf kalo
dalam Cerpen ini ada kata-kata yang menyinggung/salah, Cerita ini hanya FIKTIV
dan kerangan belaka kok…. :) dan kalo EYD serta
tanda baca dalam cerpen ini berantakan,mohon maklum aja yah :D karna fi
memang kurang menguasai hal itu, dan masih perlu banyak-banyak belajar untuk
hal itu :)
yg udah baca
tinggalin jejaknya yah….jangan jadi pembaca rahasia yah….. :)
NO EDIT or
Copast….hargailah karya anak bangsa dan belajarlah kreativ… :)
LIKE,KRITIK/SARAN
diperlukan.. :)
Follow
@26ratifamazari
Dan buat
yang mau baca cerpen cerbung fi lainnya bisa JOIN di
http://kumpulancerpenbyfira.blogspot.com/
Mahu nanya....di mana sih mahu cari blog almarhum natsya muthia?
BalasHapus